PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menunjukkan komitmen mendukung program pemerintah meningkatkan kualitas SDM.
Untuk mencegah stunting melalui program MBG (Makan Bergizi Gratis), PT IMIP menyerahkan gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke Polres Morowali, Jumat (13/2/2026).
SPPG adalah unit dapur dan layanan yang pemerintah bentuk untuk mengelola, memproduksi, dan mendistribusikan makanan dalam program MBG.
Unit ini memastikan keamanan pangan (food safety), nutrisi, dan distribusi tepat waktu ke sekolah dan posyandu. SPPG juga memberdayakan usaha lokal.
Kepala Kepolisian Resor Morowali, AKBP Zulkarnain, menyatakan gedung SPPG akan menjadi pusat pelayanan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan masyarakat.
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting. MBG menjadi prioritas nasional untuk memperbaiki asupan gizi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan.
“Polres Morowali membentuk SPPG yang menyediakan, mendistribusikan, dan mengelola makanan bergizi gratis. Langkah ini menunjukkan komitmen Polri meningkatkan kualitas kesehatan anak dan masyarakat,” ujar Zulkarnain.
Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, menyatakan gedung SPPG yang IMIP bangun menjadi simbol partisipasi perusahaan dalam program pemerintah.
“Kami hadir mendukung program pemerintah, khususnya yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Gedung ini menunjukkan kepedulian swasta agar anak-anak mendapatkan gizi lebih baik dan mencegah stunting. Kami berharap program ini sukses dan membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Yulius.
Ia menambahkan, PT IMIP akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat menjalankan program nasional. Gizi yang baik menjadi kunci peningkatan kualitas SDM dan kemajuan bangsa.
PT IMIP membangun gedung SPPG di lahan seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi.
Polres Morowali memiliki tanah, dan PT IMIP menanggung biaya pembangunan sebesar Rp3,6 miliar.
PT IMIP menargetkan 2.947 siswa sebagai penerima manfaat, terdiri dari 861 siswa TK, 1.451 siswa SD, dan 635 siswa SMP.
Rilis | Editor : Muh Taufan













