Regional

Dua Korban KLM Nur Ainun Balqis Belum Ditemukan, Operasi SAR Terus Berlanjut

×

Dua Korban KLM Nur Ainun Balqis Belum Ditemukan, Operasi SAR Terus Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Dua petugas tim SAR memantau perairan Selat Makassar dalam operasi pencarian KLM Nun Ainun Balqis yang tenggelam di Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (17/2/2026). Foto: HO/Basarnas Palu/Eranesia.id

OPERASI pencarian dan pertolongan terhadap Kapal Layar Motor (KLM) Nur Ainun Balqis yang tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, masih terus berlangsung. Hingga Selasa (17/2), dua dari lima penumpang belum ditemukan.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Palu, Rusmadi, mengatakan kapal tersebut mengangkut lima orang saat kejadian.

“Dari lima orang itu, tiga selamat dan dua lainnya masih hilang,” ujar Rusmadi di Palu.

Ia menjelaskan, KLM Nur Ainun Balqis berangkat dari Pelabuhan Nunukan pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 02.00 WITA menuju Pelabuhan Awerange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Saat melintasi perairan Selat Makassar pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA, kapal dihantam ombak besar hingga oleng dan akhirnya tenggelam.

“Seluruh kru melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” katanya.

Pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 20.00 WITA, kapal nelayan dari Kabupaten Donggala menemukan tiga korban dalam keadaan selamat. Sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian.

Operasi SAR Hari Kedua

Tim SAR Gabungan memulai operasi hari kedua dengan briefing pada pukul 07.00 WITA. Tim memeriksa kesiapan personel dan peralatan, membagi tugas, serta menekankan prosedur keselamatan sesuai SOP.

Pukul 07.30 WITA, tim bergerak menuju area pencarian menggunakan KN SAR Baladewa.

“Kami menyesuaikan pola pencarian dengan kondisi di lapangan dan akan melakukan evaluasi berkala,” ujar Rusmadi.

Adapun tiga korban selamat yakni Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47). Dua korban yang masih dicari adalah Guswan (47) dan Adam (20).

Operasi ini melibatkan Tim Rescue KPP Palu, ABK KN SAR Baladewa, Lanal Palu, Polairud, Saka SAR, serta nelayan setempat.

Tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain KN SAR Baladewa, rescue car, perahu karet, perangkat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi.

Berdasarkan laporan di lapangan, cuaca saat operasi berlangsung berawan. Kecepatan angin berkisar 4–13 knot dengan tinggi gelombang 0,5–1,25 meter dan arah angin dari utara.

Rusmadi menegaskan, tim akan terus melanjutkan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. Tim SAR juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang melintas di sekitar lokasi untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan