PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperbaiki ruas jalan rusak di sekitar Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, khususnya di lingkar kawasan industri. Perusahaan menindaklanjuti keluhan masyarakat dan mulai melakukan perbaikan sejak pekan lalu.
Government Relation Manager PT IMIP, Askurullah, menyatakan dukungan ini melanjutkan penataan jalan poros nasional Trans Sulawesi yang melintasi area industri.
“Bantuan stimulan berupa penimbunan jalan sangat urgen bagi kebutuhan masyarakat, terutama pengguna jalan, agar melintas lebih nyaman dan aman,” ujar Askurullah, Selasa (24/02/2026).
IMIP menimbun titik-titik jalan berlubang dengan material tanah. Pada 2025, perusahaan juga melakukan kegiatan serupa. Perbaikan mencakup sejumlah titik dari depan Masjid Al-Khairaat hingga Desa Labota.
Askurullah menambahkan, langkah ini sekaligus mendukung Pemerintah Pusat dan Daerah menyediakan fasilitas jalan nasional di Bahodopi.
Awal 2026, Pemkab Morowali meminta IMIP membantu perbaikan jalan. Departemen Land Planning and Infrastructure PT IMIP merencanakan titik-titik utama perbaikan dan menargetkan penyelesaian tiga pekan.
Perusahaan membagi proyek ke 10 titik dengan panjang total 1,296 kilometer, tersebar di Desa Fatufia, Keurea, dan Bahodopi. Staf Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan mengawasi pekerjaan, dengan bantuan Satpol PP serta Babhinkamtibmas/Babinsa. Perusahaan kontraktor rekanan IMIP menyiapkan material sirtu dan abu batu.
Pekerjaan mulai Senin (16/02/2026) dari ruas jalan depan Auliya Grosir hingga sisi barat Bank Sulteng di Keurea sepanjang 186 meter. Sabtu (21/02/2026), tim melanjutkan perbaikan dari sisi utara Jembatan Leuea IV Bahodopi hingga depan Warung Makan Goyang Lidah sepanjang 50 meter.
Lokasi berikutnya mencakup depan BRI Link Kos Azis, Desa Fatufia (20 meter), dan depan Penginapan Adelia–Penginapan Triputra, Desa Bahodopi (120 meter).
IMIP menyiapkan alat berat, seperti dump truck untuk mengangkut material, grader untuk meratakan, dan single drum compactor untuk memadatkan tanah.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Morowali, Hartanto, menilai dukungan IMIP sebagai tahap awal yang sangat baik. Ia menambahkan, jika jalan ingin diaspal, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah harus melakukannya.
“Perbaikan dengan material timbunan bersifat darurat, karena banyak keluhan dari warga pengguna jalan,” tandas Hartanto.
Rilis | Editor : Muh Taufan














