EkonomiRegional

UINDak Palu Gandeng Hannah Asa Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa

×

UINDak Palu Gandeng Hannah Asa Indonesia Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
UINDak dan Hannah Asa Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di sektor keuangan syariah. Dok: Humas UINDak Palu/Eranesia.id

UNIVERSITAS Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu bekerja sama dengan Hannah Asa Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan civitas akademika, khususnya mahasiswa.

Rektor UINDak, Profesor Lukman S Thahir mengatakan literasi keuangan bukan lagi sekadar pelengkap kurikulum. Literasi keuangan kini menjadi keterampilan penting bagi generasi muda.

Literasi keuangan merupakan keterampilan bertahan hidup atau survival skill. Mahasiswa perlu memilikinya agar mampu mengelola keuangan secara bijak,” kata Lukman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (9/3/2026).

Program tersebut mencakup pelatihan manajemen arus kas (cash flow) bagi mahasiswa dan staf. Program ini juga menghadirkan edukasi investasi syariah.

Materi investasi menekankan pemahaman tentang instrumen yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.

Menurut Lukman, kerja sama dengan Hannah Asa Indonesia menjadi langkah konkret untuk membekali mahasiswa dengan kecakapan finansial sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa lulus tidak hanya membawa ijazah. Mereka juga harus memiliki kecerdasan finansial yang matang,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa mampu mengelola aset secara bijak dan menghindari jebakan konsumerisme yang merugikan.

UINDak dan Hannah Asa Indonesia menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di sektor keuangan syariah.

Rektor UINDak, Profesor Lukman S Thahir, menandatangani dokumen tersebut bersama Direktur Hannah Asa Indonesia, Mardiyah.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan kualitas pendidikan dan program magang di bidang keuangan syariah.

Kedua pihak juga menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Program ini mendorong kajian tentang pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Sulteng.

Selain itu, kedua pihak mengembangkan program pengabdian masyarakat. Program ini bertujuan memperluas akses keuangan syariah yang inklusif.

Kerja sama tersebut juga mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Mahasiswa Harus Mampu Kelola Keuangan

Direktur Hannah Asa Indonesia, Mardiyah mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi masa depan.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan keunggulan akademik. Mahasiswa juga perlu memiliki kecakapan hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kerja sama ini membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Mardiyah menambahkan, Hannah Asa Indonesia segera menindaklanjuti nota kesepahaman tersebut. Pihaknya menandatangani dokumen kerja sama dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UINDak. FTIK dipimpin oleh Dr Saepudin Mashuri.

Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat literasi keuangan mahasiswa. Program ini juga memberikan pembekalan praktik profesional dan integrasi edukasi finansial dalam dunia pendidikan.

Hannah Asa Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINDak yang dipimpin Dr Sagir Muhammad Amin.

Menurut Mardiyah, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi ekonomi dan keuangan syariah di lingkungan akademik.

Ia menegaskan, Hannah Asa Indonesia siap mendukung peningkatan kapasitas akademik mahasiswa UINDak. Pihaknya juga membuka ruang sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Advertorial | Editor : Muh Taufan