KANTOR Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Agraria Tata Ruang (Kanwil BPN/ATR) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan LPPM UIN Datokarama (UINDak) Palu. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat sertifikasi tanah wakaf.
Ketua LPPM UINDak Palu, Dr Sahran Raden, mengatakan sinergi ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Upaya ini juga bertujuan mengamankan aset umat di Sulawesi Tengah. Selain itu, kerja sama ini memberi kepastian hukum atas tanah wakaf.
Ia menjelaskan, kedua pihak telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). PKS tersebut mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan KKN Tematik Pertanahan.
Penandatanganan PKS disaksikan Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Kegiatan ini berlangsung saat kunjungan kerja di UIN Datokarama Palu, Rabu (1/4/2026).
Ruang lingkup kerja sama meliputi:
- Penelitian dan riset di bidang agraria dan pertanahan
- Program pengabdian masyarakat di bidang wakaf
- Penyusunan KKN Tematik Pertanahan, termasuk luaran, konten, dan metode
- Penyediaan sarana dan prasarana pendukung
- Percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui koordinasi program
Sahran menambahkan, PKS menjadi landasan untuk menyinergikan sumber daya kedua pihak. Kerja sama ini juga memperkuat hubungan kelembagaan.
Selain itu, program ini diharapkan mengembangkan pola pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui KKN Tematik Pertanahan.
“Melalui kolaborasi ini, UIN Datokarama mengoptimalkan peran pengabdian kepada masyarakat. Ini merupakan kontribusi nyata untuk mendukung program pemerintah,” ujar Sahran dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, program ini juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu dilakukan melalui akses terhadap tanah.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPN/ATR Sulawesi Tengah, Muhammad Naim, menegaskan pentingnya sinergi ini. Menurutnya, kerja sama ini menjadi babak baru dalam pengamanan aset sosial-keagamaan.
“Kami tidak ingin ada lagi aset umat yang hilang atau diserobot. Masalah administrasi sering menjadi penyebabnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan LPPM UIN Datokarama membantu percepatan di lapangan. Sinergi ini juga memperkecil jarak antara regulasi dan implementasi.
Advertorial | Editor : Muh Taufan














