DIREKTUR Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama, Profesor Sahiron menegaskan tiga tugas utama yang harus menjadi fokus Universitas Islam Negeri Datokarama (UINDak) Palu dan PTKIN lain dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam rapat kerja UINDak secara virtual, Kamis (9/4/2026). Rapat kerja berlangsung sejak 8 hingga 10 April 2026 dengan tema “Penguatan Distingsi Kelembagaan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sahiron menjelaskan, tugas pertama PTKIN adalah melakukan transfer pengetahuan. Para pimpinan perguruan tinggi dan dosen memiliki tanggung jawab utama untuk menyampaikan ilmu kepada mahasiswa secara berkesinambungan.
Ia menekankan, pentingnya konsistensi agar kualitas pendidikan terus meningkat.
Tugas kedua, menurut Sahiron, adalah pengembangan keilmuan. PTKIN diharapkan mengintegrasikan studi Islam dengan ilmu umum.
Dirinya menilai, saat ini proses pengembangan ilmu di PTKIN berjalan lambat, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.
“Oleh karena itu, para pimpinan PTKIN termasuk UIN Datokarama perlu mendorong dosen untuk terus mengembangkan keilmuan. Hal ini menjadi kewajiban akademisi dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama,” ujar Sahiron dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Jumat (10/4/2026).
Tugas ketiga adalah pembangunan karakter generasi muda. Sahiron menekankan, penguatan karakter harus meliputi nilai-nilai hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Menurutnya, pembangunan karakter harus menjadi prioritas dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembangunan karakter generasi muda tidak boleh berhenti, karena ini menjadi fondasi bagi masa depan bangsa,” tandas Sahiron.
Advertorial | Editor : Muh Taufan














