Regional

Lewat Berani Panen Raya, Gubernur Sulteng Targetkan Produksi Padi 2027 Naik

×

Lewat Berani Panen Raya, Gubernur Sulteng Targetkan Produksi Padi 2027 Naik

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat membuka Rapat Koordinasi di Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026). Foto: HO/Biro Adpim/Eranesia.id

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menegaskan program Berani Panen Raya menjadi prioritas utama pemerintah yang dipimpinnya. Program strategis itu bertujuan mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Menurut Anwar, Sulteng mendapat mandat strategis dalam Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. 

Di mana, daerah ini resmi menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan nasional. Pemprov Sulteng kemudian menindaklanjuti mandat tersebut melalui porogram Berani Panen Raya. 

Program tersebut sekaligus menjadi arah baru pembangunan pertanian daerah.

“Pemerintah pusat menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare. Semangat Berani Panen Raya hadir untuk mendorong petani Sulawesi Tengah terus meningkatkan hasil panen. Yang terpenting adalah produktivitas naik dan kesejahteraan petani ikut meningkat,” terangnya saat membuka Rapat Koordinasi di Kabupaten Sigi, Selasa (14/7/2026). 

Kegiatan ini berlangsung di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP), Desa Maku, Kecamatan Dolo. 

Rapat tersebut membahas Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern dan Program Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2026.

Targetkan Produksi Padi 

Saat ini, produktivitas rata-rata padi di Sulteng masih berada di kisaran empat ton per hektare. Lewat Berani Panen Raya, Pemprov Sulteng memasang target baru. Mereka optimis rata-rata produksi mampu meningkat menjadi enam ton per hektare pada tahun 2027 mendatang.

Anwar menilai, target tersebut sangat realistis. Namun, pencapaian ini menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja secara terpadu di lapangan.

“Kalau rata-rata Sulawesi Tengah bisa mencapai 6 ton per hektare, kita sudah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” ungkapnya. 

Dorong Modernisasi dan Cetak Sawah Baru

Program Berani Panen Raya tidak hanya berfokus pada sawah yang sudah ada. Program ini juga mendukung pengembangan petani baru melalui program cetak sawah. 

Anwar mengingatkan bahwa angka alih fungsi lahan kini terus meningkat. Kondisi ini membuat program cetak sawah baru menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga stabilitas produksi pangan.

Selain menggenjot produksi, Anwar menekankan, pentingnya modernisasi pertanian secara menyeluruh. Petani harus mulai menerapkan teknologi, mekanisasi, hingga digitalisasi. 

Langkah modernisasi ini penting agar sektor pertanian Sulteng mampu bersaing dengan daerah maupun negara lain.

“Tujuan akhir dari Berani Panen Raya bukan hanya meningkatkan produksi. Kami ingin menghadirkan kesejahteraan nyata bagi petani Sulawesi Tengah,” tandas Anwar.