Regional

Wisatawan Asing yang Hilang di Teluk Tomini Mayoritas Warga Belanda

×

Wisatawan Asing yang Hilang di Teluk Tomini Mayoritas Warga Belanda

Sebarkan artikel ini
Tim SAR dari Pos SAR Luwuk menggunakan KN SAR Bhisma dengan POB 13 orang serta membawa peralatan SAR pendukung lainnya ikut mencari speedboat yang hilang kontak di Teluk Tomini. Dok: Humas Basarnas Palu/Eranesia.id

TIM SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Gorontalo terus mencari speedboat berpenumpang 13 orang. Tim menyisir Teluk Tomini, Tojo Unauna, Sulawesi Tengah lokasi pertama kapal cepat itu hilang kontak, Sabtu (25/7/2026).

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto, menyebut penumpang terdiri dari dua kru dan 11 wisatawan asing.

Kru kapal yakni nakhoda Ferdiansyah (29) dan kru Arif (27),” terangnya saat dihubungi Eranesia.id dari Kota Palu.

Menurut Heriyanto, 11 WNA itu adalah Milan Kasik (55) asal Ceko dan Rani Permentier (30) asal Belgia. Ada pula Mathijs Sercu (29), Jelka Van Driesum (16), Hinke Van Deer (59), Roeland Van Driesum (61), dan Age Van Driesum (18) asal Belanda. Selain itu terdapat Matthias Prange (50) asal Jerman, Celine Josette Menguy (52) Prancis, serta Hector Fabio Prange (20) dan Ronny Josue Prange (13) dari Jerman.

“Sebelumnya, 11 WNA tersebut merupakan wisatawan yang berlibur di Kepulauan Togean,” ungkapnya.

Puluhan personel gabungan dari KPP, Polairud, Polres, Lanal, hingga pihak resort memperkuat operasi pencarian.

Tim memfasilitasi pencarian menggunakan drone thermal, peralatan selam, dan sistem komunikasi khusus.

“Meski cuaca cerah, gelombang tinggi dan angin kencang tidak mengandaskan kelancaran pencarian,” jelas Heriyanto.

Hingga kini belum muncul tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban, dan tim terus melanjutkan penyisiran.

Media ini memberitakan sebelumnya, kapal bertolak dari Sanctum Unauna Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kapal berangkat pada Jumat (24/7/2026) pukul 07.30 WITA.

Kapal tak kunjung tiba dari jadwal bersandar yang seharusnya pukul 11.00 WITA.

Pemandu wisata setempat, Mimin, kemudian melaporkan kejadian ini ke Basarnas Gorontalo pada Jumat pukul 15.40 WITA.

*Dilarang mengambil naskah dan foto berita ini tanpa seizin redaksi Eranesia.id