DINAS Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah menekankan pentingnya evaluasi teknis penebaran benih ikan nila di Danau Poso. Langkah ini krusial untuk menjaga kelestarian ekosistem dan spesies endemik.
Kepala DKP Sulteng, Yopie M I Patiro, menyebut penebaran ikan bertujuan meningkatkan pangan dan ekonomi warga. Namun, pelaksana wajib memperhitungkan daya dukung lingkungan serta regulasi.
“Khusus Danau Poso yang bernilai ekologis tinggi, kami meminta agar tidak melakukan penebaran lanjutan sebelum ada evaluasi teknis,” tegasnya, Rabu (21/10/2026).
DKP Sulteng mendorong sinergi dengan Pemkab Poso, akademisi, dan masyarakat. Langkah yang menjadi saran meliputi restocking ikan endemik seperti sidat serta penyusunan regulasi daerah.
Klarifikasi Penebaran Benih Ikan Nila
Terkait penebaran benih ikan nila di Pantai Siuri, DKP Sulteng menegaskan acara tersebut murni program Pemkab Poso. Kegiatan itu bukan agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Acara tersebut juga tidak masuk agenda resmi kunjungan kerja Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Gubernur hadir karena ajakan Bupati Poso di lokasi. Tanggung jawab pelaksanaan sepenuhnya ada pada Pemkab Poso.
Meski begitu, DKP Sulteng tetap mendukung peningkatan kesejahteraan warga. DKP Sulteng menyarankan sistem terkendali dalam budidaya ikan nila agar tidak mengancam ekosistem danau.













