Regional

Anak 1,5 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut di Sungai Tompira

×

Anak 1,5 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Hanyut di Sungai Tompira

Sebarkan artikel ini
Tim SAR dibantu warga mengevakuasi jenazah Zayyana menggunakan perahu di sungai Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Kamis (3/10/2024). Foto: Tim SAR Morowali

TIM Search and Rescue (SAR) menemukan seorang anak yang diduga hanyut di sungai Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Kamis (3/10/2024). Proses pencarian berlangsung setelah pihak keluarga melaporkan kehilangan anak mereka, Rabu (2/20/2024).

Sebelumya pada Rabu (2/10/2024) pukul 17.00 WITA, anak berusia 1,5 tahun, Zayyana Zuliandri jatuh ke sungai saat bermain di pinggirannya. 

Ibunya mengatakan, pada pukul 16.30 WITA, Zayyana masih berada di sekitar rumah. 

Beberapa menit kemudian, sang ibu mencari anaknya hingga ke pinggir sungai dan menemukan sandal korban. 

Pihak keluarga dan masyarakat setempat kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, tetapi tidak berhasil menemukan Zayyana. 

Akhirnya, mereka meminta bantuan Basarnas untuk melanjutkan pencarian.

Tim rescue dari Pos SAR Morowali, yang terdiri dari empat personel, diberangkatkan ke lokasi kejadian menggunakan truk personel dan perahu karet pada pukul 21.10 WITA.

Pada Kamis (3/10/2024) pukul 07.00 WITA, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Morowali, BPBD Morowali, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PMI, serta masyarakat setempat melanjutkan pencarian dengan menggunakan perahu karet dan perahu milik warga.

Pencarian membuahkan hasil ketika pada pukul 10.15 WITA, salah satu warga menemukan Zayyana dalam posisi terapung di sungai. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Koordinator Lapangan Pos SAR Morowali, Syahrul Japaruddin, mengonfirmasi bahwa Zayyana telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. 

“Korban telah ditemukan meninggal dunia pada pukul 10.15 WITA dan saat ini korban telah diserahkan kepada pihak keluarga. Seluruh unsur SAR kembali ke kesatuannya masing-masing,” terangnya. 

Pihak keluarga dan masyarakat berduka atas kehilangan ini. Operasi SAR yang melibatkan pelbagai elemen menunjukkan solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam menghadapi musibah. PAL/CAE