SINEKOCI Palu berkomitmen memberdayakan masyarakat lokal melalui program laboratorium film. Mereka mengajak masyarakat untuk menonton dan mendiskusikan film, mengembangkan cerita, serta memberikan lokakarya film.
Ketua Yayasan Sinekoci Palu, Mohammad Ifdhal mengatakan, Sinekoci sebuah kolektif nirlaba yang berdiri sejak 2018, hadir sebagai respons terhadap geliat perfilman daerah yang terus berkembang di Sulawesi Tengah, berkat prestasi di festival film nasional dan internasional selama satu dekade terakhir.
Bekerja sama dengan Anti-Corruption Film Festival, Sinekoci akan mengadakan Sinema Keliling bertajuk “Merayakan Sinema”.
“Acara ini akan berlangsung di empat kabupaten dan satu kota di Sulteng, dimulai dari Poso, Tentena, Sigi, Palu, Donggala, dan berakhir di Parigi Moutong. Semua pemutaran dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2024,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id di Palu, Selasa (8/10/2024).
Ifdhal menjelaskan, Sinema Keliling mengusung pendekatan semi-fasilitasi, dengan menyediakan pre-test sebelum pemutaran dan post-test setelahnya.
Kegiatan ini akan mengangkat nilai-nilai antikorupsi bagi seluruh partisipan. Selain itu, Sinema Keliling juga menghadirkan sineas lokal sebagai pembicara, yang akan berbagi informasi terkait perkembangan produksi dan distribusi film.
“Sinema Keliling tidak hanya menjadi ruang menonton dan diskusi. Kami berharap acara ini dapat mendistribusikan informasi tentang pendanaan, produksi, hingga distribusi film,” ujarnya.
“Tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas karya film di Sulteng, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” sambung Ifdhal.
Berikut adalah jadwal Sinema Keliling:
- Poso – 5 Oktober
- Tentena – 6 Oktober
- Sigi – 16 Oktober
- Palu – 17 Oktober
- Donggala – 18 Oktober
- Parigi Moutong – 20 Oktober
Dengan acara ini, Sinekoci Palu berharap dapat terus mendorong perkembangan perfilman di Sulteng dan memperkuat komunitas sinema lokal. GRA













