Ekonomi

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Membaik di Triwulan I-2025

×

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Membaik di Triwulan I-2025

Sebarkan artikel ini
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae. Foto: Humas OJK

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) merampungkan Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) Triwulan I-2025 yang menunjukkan optimisme perbankan terhadap kinerja industri yang semakin baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa OJK melibatkan 96 bank dengan total aset 96,61 persen dari total aset bank umum dalam survei ini.

Survei menunjukkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) mencapai angka 66 di zona optimisme.

“Optimisme ini tumbuh dari stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan intermediasi, meskipun kondisi global kurang kondusif,” katanya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Selasa (4/3/2025).

Dian merinci bahwa Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) mencapai 53, yang menggambarkan keyakinan tinggi terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Prediksi penurunan BI-Rate, peningkatan konsumsi akibat Ramadan, Idul Fitri, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), dan stimulus ekonomi 2025 memperkuat optimisme tersebut.

“Kami menilai risiko masih terkendali, dengan Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 55,” ungkapnya.

Dian menjelaskan, bahwa bank memperkirakan kualitas kredit tetap baik. Posisi Devisa Netto (PDN) stabil dan rentabilitas meningkat seiring bank meningkatkan penyaluran kredit.

Bank menjaga likuiditas dengan baik dibandingkan triwulan sebelumnya.

Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) mencapai 74, yang mencerminkan optimisme pertumbuhan kredit. Momentum Ramadan dan Idul Fitri, serta membaiknya ekonomi domestik menjadi faktor pendorongnya.

“Kami memproyeksikan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan meningkat seiring perbaikan kegiatan ekonomi dan strategi bank dalam memperoleh sumber dana,” ujar Dian.

Dalam SBPO, OJK menghimpun proyeksi ekonomi global dan Indonesia tahun 2025. Dian memaparkan bahwa ekonomi global akan melambat akibat ketidakpastian geopolitik dan potensi perang dagang.

Namun, ekonomi Indonesia akan tetap stabil. Kebijakan pro-growth, penurunan suku bunga acuan, serta kembalinya kepercayaan investor pasca tahun politik 2024 mendukung hal tersebut.

“Kami melakukan SBPO setiap triwulan untuk mengukur persepsi industri perbankan terhadap kondisi ekonomi dan risiko bisnis ke depan,” tegas Dian.

Survei ini menunjukkan tren akurat dalam memprediksi indikator makroekonomi dan perbankan di Indonesia. *TAU/MUH