PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Politeknik Industri Logam Morowali (PILM) meraih predikat sebagai industri penerima lulusan perguruan tinggi terbanyak dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Penghargaan itu menghargai komitmen PT IMIP dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor pendidikan.
Trisno Wasito mewakili manajemen PT IMIP menerima penghargaan dalam acara di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (7/10/2024) lalu.
Acara tersebut bagian dari Industrial Education and Training Expo (IDUTEX) 2024 yang dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur PILM Agus Salim Opu.
Head of IMIP Training Center, Elvina, menyatakan PT IMIP terus mendukung peningkatan kualitas SDM melalui kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta.
“Selain rekrutmen, kami juga melaksanakan program magang bagi mahasiswa dan dosen di perusahaan-perusahaan dalam kawasan IMIP. Kami juga mengusulkan pembukaan jurusan baru yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Minggu (13/10/2024).
Kerja sama antara IMIP dan PILM berlanjut dengan adaptasi kurikulum pendidikan sesuai perkembangan industri.
Salah satu langkah yang diambil melalui diskusi kelompok terarah (focus group discussion) antara pekerja di kawasan IMIP dengan mahasiswa PILM untuk memperbaharui pengetahuan terkait perangkat mesin dan teknologi terapan.
“Penyesuaian kurikulum ini bertujuan untuk mempercepat alih pengetahuan dan teknologi dari tenaga kerja asing kepada tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Lulusan PILM memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan industri di kawasan IMIP.
PT IMIP aktif mengembangkan kapasitas karyawan dengan program pelatihan bahasa Mandarin selama enam bulan di kawasan IMIP dan empat bulan di Tiongkok.
Program ini memudahkan komunikasi dan mempercepat proses alih teknologi antara tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja Indonesia (TKI).
Kedepan, PT IMIP membuka peluang lebih luas bagi lulusan politeknik dan institusi pendidikan lainnya untuk bergabung.
“Kami tidak hanya menerima lulusan PILM, tetapi juga lulusan perguruan tinggi lain yang bekerja sama dengan Kemenperin,” tandas Elvina. CAE













