BANK Indonesia (BI) Sulawesi Tengah berpartisipasi dalam Seminar Nasional Bursa Karbon di Universitas Tadulako, bagian dari Financial Festival (FinFest) 2024.
Seminar bertema “Integritas Inklusi Keuangan dan Bursa Karbon Demi Masa Depan Gen Z yang Berkelanjutan” ini menyoroti peran Bursa Karbon dalam transisi menuju ekonomi hijau.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulteng, Rony Hartawan, menyatakan ekonomi hijau sebagai solusi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak iklim.
Bursa Karbon Indonesia, katanya, membuka peluang ekonomi baru dan mendukung target pengurangan emisi.
BI juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor antara pemerintah, sektor keuangan, dan masyarakat dalam mencapai ekonomi hijau.
“Sinergi ini penting menjaga integritas perdagangan karbon dan menghindari greenwashing,” ujar Rony.
BI mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk aktif dalam upaya hijau seperti membersihkan pantai, menanam bakau, dan mengelola sampah. “Peran generasi muda penting untuk kelestarian alam,” tambah Rony.
BI berharap seminar ini meningkatkan kesadaran akan Bursa Karbon dan mendorong ekonomi hijau serta inklusif di Indonesia.
Narasumber utama di antaranya Angsoka Y. Paundralingga, Deputi BI Sulteng, dan Imam Aliani Putra dari Lembaga Jasa Keuangan. GRA/KEI













