Feature

Marsel Takko Mengukir Harapan Baru dari Panggung Radio Nebula

×

Marsel Takko Mengukir Harapan Baru dari Panggung Radio Nebula

Sebarkan artikel ini
Marsel Takko (kiri) berpose dengan dua pemenang lainnya saat menerima penghargaan lomba penyiar HUT ke-39 Radio Nebula di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/11/2025) malam. Foto: Radio Nebula/Eranesia.id

DI ruang tamu Radio Nebula Palu yang hangat, seorang pemuda berdiri mematung. Namanya disebut sebagai juara pertama lomba penyiar HUT ke-39 Radio Nebula.

Seketika itu juga, Marsel Takko tak kuasa menahan tangis. Bahunya terguncang, air matanya jatuh tanpa bisa ia bendung.

Para penyiar yang hadir terdiam sejenak, sebelum akhirnya memberi tepuk tangan panjang. 

Malam yang biasa di Radio Nebula berubah menjadi panggung paling emosional bagi pemuda asal Nanggala, Toraja, Sulawesi Selatan itu.

Marsel memeluk penghargaan itu erat-erat seakan tak ingin melepaskannya. “Saya tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik,” ujarnya terbata, Kamis (20/11/2025) malam. 

“Saya hanya berusaha tampil sebaik mungkin. Ini tidak pernah saya bayangkan. Semoga kabar ini sampai ke kampung halaman,” sambugnya. 

Kata-katanya pelan, tetapi menyimpan kisah hidup yang tidak ringan. Bertahun-tahun lamanya, Marsel hidup tanpa pengakuan dari kedua orang tuanya. 

Ia merantau ke Palu seorang diri, menanggung sepi dan keterbatasan yang tak semua orang sanggup jalani.

Di kota ini, ia tinggal di Masjid Kampus Universitas Tadulako (Untad) bukan karena pilihan, melainkan karena tidak memiliki tempat tinggal. 

Siang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Sosiologi, malam kembali ke masjid untuk beristirahat. Hidupnya sederhana, tetapi semangatnya tidak pernah padam.

Malam itu, ketika Radio Nebula memanggil namanya sebagai juara, seolah seluruh perjuangan panjang itu mendapat jawaban. 

Marsel membuktikan bahwa ketekunan mampu menembus batas yang tak selalu terlihat oleh mata.

Jika semuanya berjalan lancar, Desember nanti ia akan duduk mengenakan toga dan mengikuti wisuda momen yang ia nanti sejak lama. 

Dan kemenangannya di Radio Nebula bukan akhir perjalanan. Marsel kini bersiap melangkah lebih jauh, mengikuti lomba penyiar tingkat kampus di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Ada harapan baru di matanya. Bukan hanya tentang masa depan, tapi tentang keyakinan bahwa suaranya, yang selama ini tumbuh dalam kesunyian, akhirnya menemukan panggungnya sendiri.

Editor : Taufan Bustan