Gaya Hidup

Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol, Begini Caranya

×

Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol, Begini Caranya

Sebarkan artikel ini
Daging hewan kurban. Dok: Eranesia.id/HO

ASUPAN daging biasanya meningkat selama perayaan Idul Adha. Meski menggugah selera, konsumsi berlebihan, terutama tanpa memperhatikan porsi dan jenisnya dapat meningkatkan risiko kolesterol dan asam urat.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Ray Rattu mengingatkan pentingnya mengatur porsi konsumsi daging kurban. 

Menurutnya, kebutuhan setiap orang berbeda, tergantung berat badan dan aktivitas harian.

“Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 70 kg dan kebutuhan energi harian 2.500 kalori masih bisa mentoleransi konsumsi daging 300–400 gram per hari,” jelas dr Ray dikutip dari Detikcom, Sabtu (7/6/2025).

Namun, ia menekankan, bahwa tidak semua bagian daging memiliki kandungan nutrisi yang sama. 

Jeroan seperti hati, jantung, dan testis kambing (dikenal sebagai ‘torpedo’) mengandung kadar purin tinggi yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

“Bagi yang memiliki riwayat asam urat atau kolesterol tinggi, sebaiknya menghindari jeroan dan memilih bagian daging yang lebih rendah lemak, seperti bagian paha,” tegas dr Ray.

Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol atau asam urat tanpa resep dokter. 

Sebagian besar obat tersebut tergolong keras dan memerlukan pemeriksaan serta pengawasan medis.

“Kolesterol atau asam urat tidak bisa dipastikan hanya dari gejala, apalagi dari bentuk tubuh. Orang bertubuh kurus pun bisa memiliki kadar kolesterol tinggi jika metabolisme tubuhnya tidak optimal,” tambahnya.

Sementara itu, dr Muthmainnah menambahkan, bahwa sakit kepala tidak bisa dijadikan indikator tunggal tingginya kolesterol atau tekanan darah.

“Intinya, satu-satunya cara mengetahui kadar kolesterol adalah dengan pemeriksaan laboratorium. Sakit kepala bisa disebabkan oleh banyak hal, bukan hanya kolesterol atau hipertensi,” tandasnya.

Masyarakat diimbau tetap menikmati daging kurban dengan bijak. Perhatikan porsi, pilih bagian yang lebih sehat, dan konsultasikan kondisi kesehatan ke dokter jika memiliki riwayat penyakit metabolik. MUH