MINUM kopi ternyata bisa membantu mencegah hilangnya massa otot seiring bertambahnya usia. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang terbit di Frontiers in Nutrition.
Kopi berpotensi mencegah sarkopenia, yaitu kondisi yang menyebabkan penurunan kekuatan, massa otot, dan performa tubuh saat proses penuaan.
Penelitian menunjukkan orang yang rutin minum kopi setiap hari memiliki massa otot 11–13 persen lebih tinggi dibanding yang jarang mengonsumsinya.
Sebaliknya, kopi tanpa kafein tidak menunjukkan manfaat serupa. Bahkan, efek positif kopi juga hilang pada orang dengan indeks massa tubuh (BMI) di atas 30. Hal ini disampaikan Luke Kim, MD, MEd, geriatrician dari Cleveland Clinic.
Penelitian tersebut menganalisis data kesehatan lebih dari 8.300 orang dewasa di Amerika Serikat yang dikumpulkan pada 2011–2018.
Usia rata-rata peserta 40 tahun dan setengahnya perempuan. Massa otot diukur dengan pemindaian kepadatan tulang, sedangkan konsumsi kopi didapat dari kuesioner yang diisi dua kali selama periode penelitian.
Dana Hunnes, PhD, MPH, RD, ahli gizi dari UCLA Health, mengatakan penelitian ini belum bisa menjelaskan secara pasti alasan kopi berhubungan dengan peningkatan massa otot. Namun, ia menduga sifat antiinflamasi kafein berperan penting.
“Kopi mengandung berbagai senyawa antiinflamasi, dan peradangan diketahui berkaitan dengan penurunan massa otot,” jelas Hunnes dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu (7/9/2025).
Jika kopi membantu menekan peradangan, maka kopi juga berpotensi menghambat proses tubuh memecah ototnya sendiri.
Hunnes menambahkan, konsumsi kopi berkafein dalam jumlah berapa pun memberi manfaat lebih baik dibanding tidak minum sama sekali. Bahkan, semakin tinggi konsumsinya, potensi manfaatnya juga semakin besar.
Meski begitu, para ahli menegaskan kopi bukan solusi ajaib untuk mencegah kehilangan massa otot. Pola makan sehat dan olahraga teratur tetap menjadi kunci menjaga kesehatan muskuloskeletal.
Sumber : Verrywell Health | Editor : Muh Taufan













