OLAHRAGA adalah aktivitas fisik teratur dan terencana yang bermanfaat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan mental, dan menunjang kualitas hidup secara keseluruhan.
Kurang bergerak justru membawa banyak risiko yang bisa memengaruhi tubuh, pikiran, hingga metabolisme.
Berikut 15 dampak buruk jika tubuh jarang berolahraga:
- Risiko Obesitas Meningkat
Tubuh tidak membakar kalori secara optimal sehingga mudah menimbun lemak. - Otot Melemah dan Mengecil
Kurang gerak membuat massa otot menurun dan tubuh cepat lelah. - Keseimbangan Tubuh Menurun
Otot lemah mengganggu koordinasi, meningkatkan risiko jatuh. - Kepadatan Tulang Berkurang
Tanpa beban fisik, tulang menjadi rapuh dan rentan osteoporosis. - Gangguan Sistem Kardiovaskular
Kurang olahraga meningkatkan tekanan darah, risiko jantung, dan stroke. - Metabolisme Melemah
Sensitivitas insulin menurun, sehingga risiko diabetes tipe 2 bertambah. - Kolesterol dan Trigliserida Tinggi
Olahraga yang kurang menaikkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. - Gangguan Pernapasan
Kapasitas paru-paru melemah, stamina dan daya tahan tubuh ikut menurun. - Kesehatan Mental Menurun
Produksi endorfin berkurang, memicu stres, kecemasan, dan depresi. - Tidur Tidak Nyenyak
Kurang aktivitas membuat sulit tidur pulas. - Daya Tahan Tubuh Lemah
Imunitas turun, tubuh mudah sakit atau terkena infeksi. - Masalah Pencernaan
Kurang gerak memperlambat pergerakan usus, memicu sembelit. - Gangguan Sirkulasi Darah
Aliran darah tidak lancar, kaki atau tangan cepat pegal dan dingin. - Energi dan Stamina Turun
Tubuh cepat lelah, sulit menjalani aktivitas harian. - Penuaan Dini
Kulit dan otot menua lebih cepat, risiko penyakit degeneratif meningkat.
Kurang olahraga berdampak besar pada kesehatan fisik maupun mental. Karena itu, biasakan bergerak setidaknya 30 menit sehari, lima kali seminggu untuk menjaga tubuh tetap sehat, bugar, dan berenergi.
Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Aldi Griet













