Gaya Hidup

Hati-Hati, Terlalu Sering Makan Bersantan Bisa Picu Penyakit Serius

×

Hati-Hati, Terlalu Sering Makan Bersantan Bisa Picu Penyakit Serius

Sebarkan artikel ini
Opor ayam, makanan bersantan. Dok: Royco/Eranesia.id

MAKANAN bersantan adalah hidangan yang menggunakan santan sebagai pengental sekaligus pemberi rasa gurih dan creamy.

Sajian ini sangat populer di kuliner Nusantara maupun Asia. Namun, konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Dampak Negatif Makanan Bersantan

  1. Meningkatkan Kolesterol Jahat
    Santan kaya lemak jenuh yang dapat memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL).
  2. Risiko Penyakit Jantung
    Kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  3. Memicu Hipertensi
    Jika dimasak dengan banyak garam, makanan bersantan berpotensi meningkatkan tekanan darah.
  4. Obesitas
    Kandungan kalori dan lemak tinggi berisiko menyebabkan penumpukan lemak tubuh.
  5. Gangguan Pencernaan
    Konsumsi berlebih bisa menimbulkan perut begah, mual, atau diare.
  6. Risiko Diabetes
    Kalori tinggi pada makanan bersantan dapat memicu resistensi insulin.
  7. Memperparah Asam Lambung
    Lemak santan memperlambat pencernaan dan memicu naiknya asam lambung.
  8. Risiko Stroke
    Penumpukan kolesterol berlebih dapat menghambat aliran darah ke otak.
  9. Perlemakan Hati (Fatty Liver)
    Lemak jenuh berlebih bisa menumpuk di hati dan merusak fungsinya.
  10. Risiko Kanker Kolorektal
    Konsumsi lemak jenuh berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.
  11. Masalah Kulit
    Produksi minyak berlebih akibat santan bisa memicu jerawat.
  12. Memperburuk Radang Sendi
    Lemak jenuh dapat meningkatkan peradangan pada penderita arthritis.
  13. Gangguan Ginjal
    Lemak, garam, dan kolesterol tinggi dari santan bisa memperberat kerja ginjal.

Konsumsi dengan Bijak

Santan tidak sepenuhnya berbahaya. Kandungan zat besi, kalium, dan magnesium di dalamnya tetap bermanfaat bagi tubuh.

Kuncinya adalah mengkonsumsi dalam jumlah wajar, tidak berlebihan, serta mengimbanginya dengan pola makan sehat.

Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Aldi Griet