MAKANAN bersantan adalah hidangan yang menggunakan santan sebagai pengental sekaligus pemberi rasa gurih dan creamy.
Sajian ini sangat populer di kuliner Nusantara maupun Asia. Namun, konsumsi berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Dampak Negatif Makanan Bersantan
- Meningkatkan Kolesterol Jahat
Santan kaya lemak jenuh yang dapat memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL). - Risiko Penyakit Jantung
Kolesterol tinggi bisa menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung. - Memicu Hipertensi
Jika dimasak dengan banyak garam, makanan bersantan berpotensi meningkatkan tekanan darah. - Obesitas
Kandungan kalori dan lemak tinggi berisiko menyebabkan penumpukan lemak tubuh. - Gangguan Pencernaan
Konsumsi berlebih bisa menimbulkan perut begah, mual, atau diare. - Risiko Diabetes
Kalori tinggi pada makanan bersantan dapat memicu resistensi insulin. - Memperparah Asam Lambung
Lemak santan memperlambat pencernaan dan memicu naiknya asam lambung. - Risiko Stroke
Penumpukan kolesterol berlebih dapat menghambat aliran darah ke otak. - Perlemakan Hati (Fatty Liver)
Lemak jenuh berlebih bisa menumpuk di hati dan merusak fungsinya. - Risiko Kanker Kolorektal
Konsumsi lemak jenuh berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. - Masalah Kulit
Produksi minyak berlebih akibat santan bisa memicu jerawat. - Memperburuk Radang Sendi
Lemak jenuh dapat meningkatkan peradangan pada penderita arthritis. - Gangguan Ginjal
Lemak, garam, dan kolesterol tinggi dari santan bisa memperberat kerja ginjal.
Konsumsi dengan Bijak
Santan tidak sepenuhnya berbahaya. Kandungan zat besi, kalium, dan magnesium di dalamnya tetap bermanfaat bagi tubuh.
Kuncinya adalah mengkonsumsi dalam jumlah wajar, tidak berlebihan, serta mengimbanginya dengan pola makan sehat.
Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Aldi Griet













