Gaya HidupNasional

Perketat Visa, Pemohon Obesitas Ditolak Masuk Amerika Serikat

×

Perketat Visa, Pemohon Obesitas Ditolak Masuk Amerika Serikat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tiga orang penderita obesitas berolahraga bersama. Dok: AI/Eranesia.id

KEBIJAKAN visa Amerika Serikat kembali mengetat. Pemerintahan Donald Trump memerintahkan petugas konsuler untuk menolak pemohon yang mereka anggap berpotensi membebani sistem kesehatan AS.

Pemerintah juga menargetkan pemohon dengan obesitas atau kondisi medis yang membutuhkan biaya perawatan jangka panjang.

Departemen Luar Negeri, melalui laporan internal, meminta petugas konsuler memeriksa pelbagai penyakit, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, kanker, diabetes, gangguan metabolik, kondisi neurologis, dan masalah kesehatan mental.

Petugas konsuler menilai para tanggungan yang berisiko membutuhkan perawatan mahal ketika penyakit mereka kambuh.

Laporan tersebut menyoroti obesitas sebagai faktor risiko utama. CDC menjelaskan, obesitas meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan pernapasan, batu empedu, dan masalah kandung empedu. Semua risiko tersebut mendorong kebutuhan perawatan jangka panjang.

Kebijakan baru ini memicu kontroversi karena pemerintah memasukkan obesitas sebagai alasan penolakan visa.

Sejumlah warganet mengejek aturan tersebut dan menyebut para pemohon sebagai “manusia berkalori tinggi”.

CDC mencatat lebih dari 40 persen orang dewasa di AS hidup dengan obesitas. Para pakar menilai, pemerintah memakai isu kesehatan untuk mempersempit peluang imigran masuk ke AS.

Erin Corcoran dari Universitas Notre Dame menyebutkan, pemerintah sengaja memperumit proses dan menempatkan imigran sebagai ancaman kesehatan tanpa bukti kuat.

Sementara Barry M Popkin mengaku, aturan ini menekan kelompok minoritas yang memiliki risiko diabetes tinggi meski memiliki BMI lebih rendah.

Departemen Luar Negeri tetap menjalankan kebijakan tersebut dan menegaskan bahwa setiap pemohon harus menanggung biaya perawatan medis mereka sendiri.

Perkuat langkah pemerintah

Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa pedoman itu memperkuat langkah pemerintah dalam memprioritaskan belanja federal bagi warga AS.

Ia juga menyebut, bahwa Departemen Luar Negeri sudah memegang kewenangan selama satu abad untuk menolak pemohon yang membebani pembayar pajak.

“Sejak lama, pemohon visa yang berencana tinggal lama harus menunjukkan kondisi kesehatan yang memadai,” ujar Anna, dikutip dari Kompas.com, Kamis (20/11/2025).

Pemerintah AS menolak pemohon yang membawa penyakit menular seperti TBC atau sifilis dan pemohon yang mengalami masalah kesehatan mental tertentu.

Pemerintah juga menempatkan TBC aktif, sifilis, dan kusta dalam kategori risiko kesehatan kelas A dan langsung menolak pemohon dengan kondisi tersebut.

Sumber : Kompas.com | Editor : Muh Taufan