MENJELANG datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, umat Islam perlu mempersiapkan diri secara lahir dan batin.
Umat Islam dapat melakukan persiapan tersebut dengan meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amalan sunnah sejak bulan Syaban.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Profesor Zainal Abidin, menegaskan bahwa bulan Syaban memiliki peran penting sebagai jembatan spiritual menuju Ramadan, bulan penuh ibadah dan pembinaan akhlak.
“Umat Islam hendaknya mulai mempersiapkan diri sejak bulan Syaban. Dengan begitu, ketika Ramadan tiba, kita sudah siap secara lahir dan batin,” ujarnya dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Minggu (1/2/2026).
Zainal menjelaskan, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam menyambut Ramadan, salah satunya dengan memperbanyak ibadah di bulan Syaban.
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa sunnah pada bulan tersebut.
Menurut Zainal, hadis ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan sebagai persiapan menghadapi Ramadan.
Ia menyebutkan, bahwa jumhur ulama sepakat menjadikan Syaban sebagai bulan latihan sebelum memasuki Ramadan.
“Di bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, serta memperbaiki niat dan kualitas ibadah,” ungkapnya.
Selain mempersiapkan ibadah personal, Zainal juga menekankan pentingnya persiapan ibadah sosial. Umat Islam perlu mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta menjaga lisan dan sikap dalam kehidupan bermasyarakat.
Zainal mengingatkan, puasa Ramadan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menuntut keluhuran akhlak.
“Oleh karena itu, masukilah Ramadan dengan hati yang bersih, jauhi permusuhan, dan perkuat ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.
Zainal berharap, umat Islam dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dengan lebih khusyuk dan bermakna dengan memaksimalkan bulan Syaban sebagai masa persiapan.
“Semoga kita dipertemukan dengan Ramadan tahun ini dalam keadaan iman dan takwa, serta Ramadan membawa keberkahan bagi umat dan daerah kita,” pungkasnya.
Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan













