Gaya Hidup

Dokter Peringatkan, Obesitas Bisa Bikin Mandul dan Pikun

×

Dokter Peringatkan, Obesitas Bisa Bikin Mandul dan Pikun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi tiga orang penderita obesitas berolahraga bersama. Dok: AI Gemini/Eranesia.id

SELAMA ini, banyak orang menganggap obesitas hanya masalah penampilan atau berat badan berlebih. Padahal, fakta medis menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis. 

Kondisi ini menjadi akar pelbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari masalah kesuburan (mandul) hingga penurunan fungsi kognitif seperti Alzheimer.

Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika menekankan, pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas. 

“Dampak obesitas sangat kompleks dan memengaruhi hampir seluruh sistem organ tubuh,” ujarnya dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat (6/3/2026). 

Obesitas dan Gangguan Reproduksi Wanita

Obesitas sering memicu gangguan fertilitas pada wanita. Penumpukan lemak berlebih dapat mengganggu keseimbangan hormon, memicu kondisi seperti:

  • PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome): Terbentuknya kista kecil pada ovarium dan sel telur sulit matang.
  • Endometriosis: Pertumbuhan jaringan rahim di luar rongga rahim, yang diperparah oleh peradangan akibat obesitas.

Kondisi ini menjadi lebih krusial saat wanita memasuki perimenopause (usia 45-50 tahun). Saat hormon alami menurun, penyakit akibat obesitas lebih mudah muncul dan memperburuk kualitas hidup.

BMI Saja Tidak Cukup

Vardian mengingatkan bahwa Indeks Massa Tubuh (BMI) tidak selalu mencerminkan obesitas. Beberapa orang memiliki berat badan normal tetapi lemak tubuh tinggi secara klinis.

Indikator lebih akurat meliputi:

  • Lingkar perut (obesitas sentral).
  • Perbandingan lingkar perut dan lingkar paha.
  • Persentase lemak tubuh secara keseluruhan.

“Banyak orang terlihat tidak obesitas, tapi lingkar perut menunjukkan lemak sudah tinggi,” jelas Vardian.

Dampak Sistemik Obesitas

WHO sejak 2022 mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit kronis karena menimbulkan berbagai risiko:

  • Otak: Obesitas kronis meningkatkan risiko Alzheimer.
  • Pernapasan: Lemak di leher bisa menyebabkan sleep apnea dan mendengkur.
  • Jantung & Pembuluh Darah: Risiko stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung meningkat.
  • Metabolisme & Organ Dalam: Tingkatkan risiko diabetes tipe 2, fatty liver, sirosis, dan batu empedu.
  • Vitalitas Seksual: Lemak berlebih mengubah hormon testosteron menjadi estrogen, menurunkan libido.

Penanganan Obesitas

Mengatasi obesitas tidak cukup dengan diet dan olahraga. Vardian menekankan perlunya pendekatan medis komprehensif:

  • Modifikasi gaya hidup secara konsisten.
  • Pendampingan dokter spesialis.
  • Intervensi farmakologi bila diperlukan.
  • Operasi bariatrik untuk kasus obesitas morbid.

FAQ: Pertanyaan Umum

Apakah orang kurus bisa terkena dampak obesitas?
Ya. Kondisi ini disebut Skinny Fat. Meskipun BMI normal, lemak perut tinggi tetap meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

Mengapa obesitas menyebabkan mendengkur?
Lemak di sekitar leher menyempitkan saluran napas saat tidur, memicu getaran (ngorok) dan menghambat aliran oksigen ke otak.

Apakah PCOS bisa membaik dengan menurunkan berat badan?
Ya. Penurunan 5-10 persen berat badan dapat menyeimbangkan hormon dan meningkatkan peluang kehamilan pada penderita PCOS.

Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan