PENELITIAN terbaru dari Jepang mengungkapkan bahwa senyawa dalam ekstrak bawang putih tua (aged garlic extract) berpotensi memperlambat proses penuaan.
Senyawa bioaktif S-1-propenyl-L-cysteine (S1PC) ini mampu mencegah penyusutan otot alami akibat penuaan.
Tim peneliti dari Institute for Research on Productive Aging (IRPA) Tokyo dan Wakunaga Pharmaceutical mempublikasikan temuan ini dalam jurnal Cell Metabolism.
Studi tersebut menunjukkan bahwa S1PC memicu komunikasi antara jaringan lemak dan otak. Mekanisme ini pada akhirnya meningkatkan kekuatan otot rangka.
Penulis utama studi, Kiyoshi Yoshioka, menyebut riset ini lahir dari pengamatannya terhadap penurunan fungsi fisik lansia.
“Saya berharap S1PC dapat menjadi suplemen harian untuk menjaga kebugaran lansia secara praktis,” kata Kiyoshi dikutip dari Mediaindonesia.com, Jumat (9/10/2026).
Secara teknis, S1PC mengaktifkan enzim LKB1 di dalam sel. Aktivasi ini memicu pelepasan enzim eNAMPT dari jaringan lemak ke dalam aliran darah.
Enzim tersebut kemudian menuju hipotalamus di otak, lalu otak mengirimkan sinyal saraf untuk memperkuat fungsi otot.
Uji coba pada tikus tua membuktikan bahwa konsumsi S1PC jangka panjang mampu mengurangi tingkat kerapuhan, meningkatkan kekuatan otot, serta menjaga suhu inti tubuh.
Uji klinis pada manusia juga mengonfirmasi kenaikan kadar eNAMPT dalam darah.
Sebagai bagian dari tradisi konsumsi harian, ekstrak bawang putih tua terbukti aman tanpa efek samping. Tim peneliti dijadwalkan mempresentasikan temuan ini dalam konferensi ilmiah di Florida bulan depan.













