Gaya Hidup

Sering Dibentak dan Dimarahi, Ini Tanda Mental Anak Mulai Terganggu

×

Sering Dibentak dan Dimarahi, Ini Tanda Mental Anak Mulai Terganggu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak. Dok: AI/Eranesia.id

ANAK yang kerap dimarahi, dibentak, atau dikritik dengan kata-kata keras berisiko mengalami dampak psikologis serius. Tekanan emosional ini tak selalu tecermin lewat tangisan. Sebagian anak justru menjadi sangat pendiam atau tampak begitu penurut karena menyimpan ketakutan mendalam.

Tanda Mental Anak Terganggu

Orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan perubahan sikap secara konsisten. Beberapa indikator gangguan emosional pada anak antara lain:

  • Penakut dan Krisis Kepercayaan Diri: Sering meminta maaf meski tak bersalah, takut mencoba hal baru, serta cemas berlebih akan membuat kesalahan.
  • Menutup Diri: Menjadi diam, enggan bercerita, dan menarik diri dari interaksi dengan orang tua.
  • Emosi Tidak Stabil: Lebih sensitif, mudah tersinggung, atau justru melampiaskan amarah kepada adik dan teman sebaya.
  • Gangguan Tidur dan Fisik: Sering mengalami mimpi buruk, sulit tidur, hingga mengeluh sakit perut tanpa penyebab medis.
  • Merasa Tidak Berharga: Mulai mengucapkan kalimat negatif tentang diri sendiri, seperti merasa bodoh atau tak disayangi.

Cara Memeriksa Kondisi Emosional Anak

Amati perilaku anak selama 1–2 minggu. Perhatikan apakah mereka tampak tegang saat mendengar nada tinggi atau cenderung menyembunyikan kesalahan karena takut dimarahi. Perubahan nafsu makan, penurunan konsentrasi, serta kemerosotan prestasi sekolah juga menandakan adanya tekanan emosional.

Langkah Memperbaiki Hubungan

Manfaatkan waktu tenang, seperti sebelum tidur, untuk berbicara dari hati ke hati. Ajukan pertanyaan terbuka tanpa menyela atau menyalahkan:

  • “Apa yang kamu rasakan kalau Ayah atau Ibu marah?”
  • “Apa yang bisa Ayah atau Ibu lakukan supaya kamu merasa lebih aman?”

Jika telanjur membentak, mintalah maaf secara tulus. Mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk berkomunikasi lebih tenang menjadi langkah awal pemulihan hubungan.

Riset American Academy of Pediatrics menunjukkan bahwa bentakan dan celaan berulang meningkatkan risiko gangguan emosional jangka panjang. Segera konsultasikan dengan psikolog anak jika anak terus menarik diri atau menunjukkan gejala yang makin berat.