JUMLAH pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Kota Palu, Sulawesi Tengah meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai garda terdepan pelayanan, IGD menerima pelbagai kasus kegawatdaruratan, mulai dari kecelakaan lalu lintas, penganiayaan, hingga penyakit menular yang membutuhkan penanganan cepat.
Menanggapi lonjakan tersebut, pimpinan RSU Anutapura Palu menginstruksikan penambahan tempat tidur di ruang IGD.
Langkah ini diambil agar semua pasien tetap terlayani, mengingat rumah sakit lain di Palu juga mengalami keterbatasan kapasitas.
“Rumah sakit tidak boleh menolak pasien dalam kondisi gawat darurat. Karena itu, kami menambah jumlah bed agar pelayanan tetap berjalan meski jumlah pasien terus meningkat,” terang Humas RSU Anutapura Palu, Firdaus kepada Eranesia.id, Selasa (23/9/2025).
Ia menegaskan, prioritas pelayanan tetap pada pasien dengan kondisi paling darurat.
“Sebenarnya kami ingin melayani semua secara bersamaan, tetapi penanganan harus mengikuti tingkat kegawatdaruratan pasien,” ujarnya.
Dalam tiga bulan terakhir, RSU Anutapura Palu mencatat 5.479 pasien rawat inap dan 31.216 pasien rawat jalan. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan.
“Jangan menunggu kondisi parah baru datang berobat. Jika ada gejala, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat, supaya penyakit bisa ditangani lebih awal,” tandas Firdaus.
Selain itu, RSU Anutapura Palu menjalankan program “Berani Sehat” dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Melalui program ini, rumah sakit tetap melayani pasien dengan kendala administrasi BPJS, termasuk yang kartunya menunggak, selama masih berstatus warga Sulteng.
Kebijakan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak pelayanan kesehatan tanpa hambatan administrasi.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













