PENYALURAN Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di halaman Kantor Pos Kota Palu, Sulawesi Tengah, berlangsung lancar pada Rabu (26/11).
Program ini menyasar delapan kecamatan di Kota Palu dengan total 14.460 penerima manfaat yang telah tervalidasi. Hingga tahap awal, sekitar 6.700 keluarga atau 45 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bantuan.
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyerahkan BLTS secara simbolis dan menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan amanah pemerintah pusat.
“Bantuan ini adalah Program Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial dan disalurkan oleh Pemerintah Kota Palu,” ujarnya.
Program BLTS berlangsung sejak 21 hingga 30 November 2025, dengan penyaluran di tiga titik: Kantor Pos Kota Palu, Kantor Pos Palu Barat, dan Kantor Pos Tawaeli.
Imelda mendorong penerima memanfaatkan bantuan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai modal usaha. Setiap penerima memperoleh Rp900.000.
“Gunakan bantuan Rp900.000 ini untuk mulai membuka usaha. Jika sudah memiliki usaha, jadikan sebagai tambahan modal agar makin berkembang dan keluarga bisa keluar dari garis kemiskinan,” pesannya.
General Manager Kantor Pos Cabang Palu, Supriantoro, menambahkan bahwa pemerintah memberi waktu tambahan bagi penerima yang belum sempat mengambil haknya.
“Penerima yang belum mengambil bantuannya masih bisa datang pada 1–11 Desember 2025. Jika hingga batas waktu itu tidak diambil, bantuan akan kami kembalikan ke pusat,” jelasnya.
Penerima BLTS berasal dari kategori DTSEN 1 hingga 4 yang telah melalui proses validasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Sosial.
Melalui penyaluran ini, Pemerintah Kota Palu berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat program dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













