HeadlineNasional

13.286 Dapur Gizi di Indonesia Belum Kantongi Sertifikasi Kelaikan

×

13.286 Dapur Gizi di Indonesia Belum Kantongi Sertifikasi Kelaikan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Menkum RI, Supratman Andi Agtas didampingi Kapolda Sulteng, Irjen Endi Sutendi meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulteng, Jumat (21/11/2025). Foto: Humas Polda Sulteng/Eranesia.id

BADAN Gizi Nasional (BGN) mencatat baru 3.223 dari 16.509 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang aktif telah memperoleh Surat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Sisanya 13.286 masih menunggu.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan percepatan penerbitan SLHS sebagai prioritas karena sertifikasi ini menjamin dapur layanan gizi aman sebelum menyiapkan dan mendistribusikan makanan.

“SLHS baru terbit untuk 3.223 dari 16.509 SPPG. Kami akan mempercepat proses melalui pendampingan dan koordinasi pusat dan daerah,” ujarnya dikutip dari Detik.com, Kamis (4/12/2025).

Di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan 3T.

“Kami ingin percepatan terutama di kawasan 3T. Targetnya, mulai Maret, manfaat program bisa dirasakan lebih luas oleh 82,9 juta penerima,” katanya.

Saat ini, 16.630 SPPG beroperasi dan melayani 47,2 juta penerima manfaat.

BGN menyiapkan regulasi baru untuk mempercepat sertifikasi dan menambah tenaga teknis. Kekurangan ahli gizi masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Untuk mengatasinya, BGN membuka peluang bagi tenaga kesehatan lain yang memiliki dasar ilmu gizi.

“Jika tidak ada ahli gizi, tenaga kesehatan lain boleh mengisi. Termasuk sarjana gizi dan teknologi pangan,” tandas Dadan.

Pemerintah menargetkan percepatan rekrutmen SDM dan penerbitan SLHS agar standar dapur MBG meningkat, terutama di kawasan 3T, sehingga masyarakat menerima makanan yang aman dan berkualitas.

Sumber : Detik.com | Editor : Muh Taufan