EkonomiHeadline

Tak Melulu Nikel, Bank Indonesia Nilai Sulteng Punya Mesin Ekonomi Baru

×

Tak Melulu Nikel, Bank Indonesia Nilai Sulteng Punya Mesin Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna (tengah) didampingi jajaran memaparkan gambaran ekonomi Sulteng kepada sejumlah jurnalis di Kota Palu, Jumat (30/1/2026). Foto: Taufan Bustan/Eranesia.id

KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Muhammad Irfan Sukarna, menilai perekonomian Sulteng tidak boleh hanya bergantung pada sektor nikel.

Ia menyebut Sulteng memiliki pelbagai potensi lain yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi baru.

Irfan menilai, sektor pariwisata memiliki prospek besar. Ia mencontohkan, destinasi alam unggulan seperti Air Terjun Piala dan Danau Paisupok di Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan.

Destinasi tersebut memiliki daya tarik tinggi, namun masih membutuhkan pengelolaan dan promosi yang lebih optimal.

“Potensi pariwisata sangat besar. Saat ini, wisatawan asing sudah banyak masuk ke Luwuk, Banggai, karena daya tarik wisatanya. Pemerintah bisa terus mengembangkan potensi ini,” ujar Irfan dalam diskusi perekonomian terkini Sulteng bersama sejumlah jurnalis di Palu, Jumat (30/1/2026).

Irfan menjelaskan, pariwisata Sulteng memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Dengan pengemasan yang tepat, sektor ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru. Upaya tersebut mencakup penguatan branding, promosi, dan penyediaan infrastruktur pendukung.

Selain pariwisata, Irfan juga menyoroti komoditas unggulan seperti kopi dan kakao. Ia menilai pasar kopi Sulteng cukup menjanjikan. Sementara itu, kakao Sulteng masih memiliki posisi kuat di tingkat Asia Tenggara.

“Produsen kopi memiliki pasar yang bagus. Kakao juga. Di tingkat Asia Tenggara, cokelat Sulteng masih diperhitungkan. Kita perlu mengoptimalkannya,” tegasnya.

Irfan juga menilai sektor perikanan sangat potensial. Sulawesi Tengah memiliki sumber daya ikan yang melimpah.

Namun, ia mendorong peningkatan pengolahan, pengemasan, dan penciptaan nilai tambah agar sektor ini memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah.

Melalui penguatan sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan perikanan, Irfan berharap, Sulteng membangun struktur ekonomi yang lebih beragam. Dengan begitu, daerah ini tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari sektor nikel.

Penulis : Taufan Bustan | Editor : Taufan Bustan