KOTA Palu, Sulawesi Tengah, kini masuk dalam 10 besar daerah dengan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tertinggi di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat 426 kasus campak terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, mengatakan Palu menempati peringkat ke-10 dari sekitar 30 kabupaten/kota dalam kategori KLB campak secara nasional.
“Berdasarkan surat dari Kementerian, Kota Palu masuk dalam kejadian luar biasa campak,” ujarnya kepada sejumlah jurnalis di Palu, Senin (6/4/2026).
Menanggapi kondisi itu, Pemerintah Kota Palu bergerak cepat. Wali Kota Palu menginstruksikan percepatan penanganan melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) sejak 1 April 2026.
“Kita sudah melaksanakan ORI sejak 1 April kemarin,” kata Rochmat.
Program ORI menyasar sekitar 23 ribu balita usia 9 hingga 59 bulan di delapan kecamatan di Kota Palu. Program ini menargetkan imunisasi untuk menekan penyebaran campak.
Rochmat menegaskan langkah tersebut bertujuan meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat.
“Tujuannya untuk meningkatkan herd immunity sehingga komunitas memiliki kekebalan terhadap campak,” jelasnya.
Rochmat juga mengimbau, masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada. Ia mengingatkan masyarakat untuk mengambil pelajaran dari pengalaman pandemi Covid-19 dalam menghadapi wabah penyakit menular.
“Kita tidak perlu takut, tapi harus tetap waspada,” tegasnya.
Selain itu, Rochmat meminta masyarakat menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, memastikan anak mendapat istirahat cukup, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
“Biasakan cuci tangan, jaga kebersihan, dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” tambahnya.
Pemerintah juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit, tidak hanya campak, tetapi juga penyakit menular lainnya.
“Peran masyarakat sangat penting. Pemerintah memfasilitasi dan memberikan edukasi, namun partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci,” pungkas Rochmat.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














