GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Satgas ini bertugas menyisir potensi pajak serta retribusi dari aktivitas industri di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara.
Arahan tersebut ia sampaikan dalam rapat koordinasi di Desa Wosu, Kabupaten Morowali, Kamis (22/10/2026).
Anwar menegaskan dua bulan terakhir tahun anggaran menjadi masa krusial. Pemprov Sulteng harus memaksimalkan penerimaan daerah untuk memperkuat kondisi fiskal.
“Capaian pendapatan kita sudah sangat baik. Namun, kita tidak boleh berpuas diri karena potensi pendapatan masih besar,” ujarnya.
Libatkan Dinas Teknis
Anwar menekankan, pengerjaan optimalisasi PAD tidak boleh membebankan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) saja. Seluruh dinas teknis wajib turun tangan melakukan pendataan dan pengawasan di lapangan.
Satgas Terpadu ini bakal melibatkan instansi lingkungan hidup, kehutanan, ketenagakerjaan, hingga ESDM.Tim gabungan ini akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten.
“Semua perangkat daerah harus terlibat. Dinas teknis menjalankan tugas di lapangan, lalu tim pendapatan mengoptimalkan potensi pajaknya,” tegasnya.
Sasar Alat Berat dan Air Permukaan
Anwar menyoroti besarnya aktivitas industri di wilayah Morowali. Salah satu fokus utama pembentukan Satgas ini yakni penataan pajak kendaraan bermotor, termasuk alat berat operasional industri.
Selain itu, Pemprov Sulteng membidik penerimaan dari Pajak Air Permukaan (PAP).
Anwar meminta Bapenda dan dinas teknis menghitung ulang pemanfaatan sumber daya air secara akurat agar penerimaan daerah makin maksimal.













