Olahraga

PBSI Pastikan Persiapan Atlet All England Berjalan Lancar

×

PBSI Pastikan Persiapan Atlet All England Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
Jonatan Christie (kanan) merebut gelar juara setelah mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting dalam “All Indonesian Final” di sektor tunggal putra pada All England 2024 di Inggris. Dok. PBSI

KETUA Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, memastikan persiapan atlet menuju All England 2025 berjalan sesuai rencana.

Menurutnya, sebagian besar atlet telah mencapai parameter fisik yang ditetapkan untuk bertanding di All England.

“Tim pelatih akan memberikan program khusus bagi atlet yang belum memenuhi standar agar bisa tampil maksimal,” terang Eng dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Kamis (27/2/2025).

Sorotan utama tertuju pada Jonatan Christie serta pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, yang berstatus juara bertahan. Fajar/Rian telah menjuarai turnamen bergengsi ini dua tahun berturut-turut.

Tahun lalu, Jonatan Christie merebut gelar juara setelah mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting dalam “All Indonesian Final” di sektor tunggal putra.

“Kami berharap tidak hanya Jojo dan Fajar/Rian, tetapi juga semua elite players Indonesia bisa menunjukkan kualitas permainan terbaiknya. Di sektor putri, selain Gregoria, kami juga menargetkan Putri Kusuma Wardani mencapai prestasi optimal,” lanjut Eng.

Sejarah Singkat All England

All England menjadi turnamen bulu tangkis tertua di dunia sejak pertama kali digelar pada 1899. Turnamen ini sempat terhenti selama Perang Dunia I dan II, tetapi tetap berlangsung hingga sekarang.

Sejak 2018, All England Open Badminton Championships masuk dalam kategori BWF Super 1000, sejajar dengan China Open, Malaysia Open, dan Indonesia Open. Pada 1994, lokasi penyelenggaraan turnamen berpindah dari London ke Birmingham.

Indonesia pertama kali meraih gelar juara lewat Tan Joe Hok pada 1959 di sektor tunggal putra. Rekor juara terbanyak masih dipegang oleh Rudy Hartono, yang memenangkan delapan gelar tunggal putra, tujuh di antaranya diraih secara beruntun dari 1968 hingga 1974, ditambah satu gelar pada 1976.

Di sektor ganda putra, pasangan Tjun Tjun/Johan Wahjudi juga mencetak sejarah dengan enam kemenangan pada 1974-1975 dan 1977-1980.

Dengan sejarah panjang dan gengsi tinggi, Indonesia menargetkan hasil maksimal di All England 2025. Gregoria dan para pemain elite lainnya siap memberikan yang terbaik untuk membawa pulang gelar juara bagi Indonesia. PBSI/MUH