Politik

Nomor Dua, Simbol Perjuangan Anwar-Reny untuk Menang

×

Nomor Dua, Simbol Perjuangan Anwar-Reny untuk Menang

Sebarkan artikel ini
Anwar Hafid dan Reny A Lamadjido memperlihat simbol nomor dua di Palu, Senin (23/9/2024). Foto: Tim Media BERANI

SUASANA haru bercampur semangat memenuhi ruangan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sulawesi Tengah, Senin (23/9/2024) siang. 

Di antara kerumunan pendukung dan awak media, sepasang mata berbinar penuh harap. 

Anwar Hafid dan Reny A Lamadjido pasangan calon gubernur-wakil gubernur baru saja menerima nomor urut yang akan mengiringi langkah mereka menuju kursi kepemimpinan provinsi itu lima tahun kedepan. 

“Dua,” nomor Awar-Reny disebut membuat ruangan riuh oleh tepuk tangan dan sorak-sorai pendukung yang hadir. 

Nomor urut dua kini resmi menjadi identitas pasangan yang mengusung tagline BERANI (bersama Anwar-Reny) dalam Pilgub Sulteng 2024.

Anwar Hafid, pria berpostur tegap dengan senyum karismatik, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Mantan Bupati dan anggota DPR RI ini mengatakan. 

“Nomor urut dua ini bukan sekadar angka. Ini simbol perjuangan kita bersama menuju perubahan untuk Sulteng yang lebih baik,” ungkapnya seusai pengundian nomor urut di kantor KPUD Sulteng di Palu. 

Di sampingnya, Reny tersenyum hangat. Wanita yang pernah menjabat sebagai Direktur RS Undata Palu dan kini menjadi Wakil Wali Kota Palu ini menambahkan. 

“Kami siap mengabdikan diri untuk Sulteng dengan membawa perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya. 

Visi keduanya jelas, meningkatkan pelayanan kesehatan, memperbaiki kualitas pendidikan, dan memacu pembangunan infrastruktur. 

Pengalaman panjang keduanya di bidang pemerintahan dan kesehatan menjadi modal berharga untuk mewujudkan mimpi ini.

Sulteng Menanti Pemimpin

Prosesi pencabutan nomor urut hari itu berlangsung lancar. Dua pasangan calon lainnya juga mendapatkan nomor urut masing-masing. 

Namun, sorot mata pendukung seolah terpaku pada pasangan nomor dua ini. Harapan akan perubahan seakan terpancar dari setiap senyum dan lambaian tangan mereka.

Perjalanan masih panjang bagi Anwar dan Reny. Nomor dua di tangan, visi besar di pundak, dan harapan masyarakat Sulteng di hati. 

Akankah mereka mampu membawa angin segar perubahan bagi provinsi ini?. Hanya waktu yang akan menjawab. 

Namun satu hal pasti, langkah pertama telah diambil, dan Sulteng kini menanti pemimpin yang berani membawa perubahan. ADV/KEI