SEJUMLAH wilayah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur selama beberapa hari terakhir.
Data BPBD Makassar per 22 Desember 2024 mencatat, banjir melanda tiga kecamatan dengan total 1.551 jiwa terdampak yang mengungsi di 27 titik.
Di Kecamatan Manggala, 760 jiwa mengungsi di 12 titik. Kecamatan Biringkanaya mencatat jumlah pengungsi 711 jiwa di 12 titik, sementara di Kecamatan Panakukang terdapat 80 jiwa di tiga titik pengungsian.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, turun langsung meninjau kondisi banjir di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Minggu (22/12/2024).
Ia berkeliling menggunakan perahu karet untuk berdialog dengan korban banjir, termasuk mereka yang memilih bertahan di rumah.
Danny menyebut, banjir kali ini cukup parah, dipicu cuaca ekstrem.
“Ini termasuk banjir yang cukup parah. Tinggi airnya cukup signifikan dan ini yang kedua kali di awal musim hujan. Kita harus siap jika banjir seperti ini terjadi berulang kali,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Selain memastikan logistik bagi para pengungsi, Danny juga memeriksa kondisi kesehatan mereka.
“Tadi saya cek, sebagian besar pengungsi sehat, meski ada yang mengalami gatal-gatal dan sedikit demam. Sistem kesehatan sudah ter-cover dengan baik,” ungkapnya.
Namun, Danny menemukan banyak warga yang enggan meninggalkan rumah meski berisiko.
“Ini harus hati-hati karena banyak yang tidak mau mengungsi. Protap kita membantu di titik pengungsian, tetapi tadi saya sudah minta dokter mengunjungi rumah-rumah mereka. Jika tetap di rumah, risikonya sulit diprediksi,” jelasnya.
Danny mengajak seluruh pihak dan masyarakat Makassar untuk bergotong royong menangani banjir.
Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk siaga menghadapi kemungkinan terburuk akibat cuaca ekstrem.
“Kita harus bahu membahu dan saling membantu, bukan saling menyalahkan. Yang terpenting adalah menyelamatkan keluarga, terutama anak-anak dan orang tua,” tandasnya. ICC/CAE













