PENGURUS Masjid Asy-Syakirin, BTN Pengawu Indah, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada Rabu (29/1/2025) malam. Kegiatan ini mengusung tema “Meneladani Perjalanan Isra Miraj untuk Membentuk Karakter Generasi Berakhlak Mulia.”
Ketua panitia, Jamaluddin, menyampaikan bahwa pengurus masjid, majelis taklim, dan jemaah secara sukarela memberikan sumbangan untuk mendukung pendanaan kegiatan ini.
“Alhamdulillah, dana yang kami targetkan melebihi harapan. Sisanya akan kami masukkan ke kas masjid,” ungkapnya saat membacakan laporan panitia.
Jamaluddin mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, termasuk pengurus masjid, majelis taklim, jemaah, penasihat, serta seluruh RT di RW 06, yang berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.
“Kegiatan ini terlaksana karena kerja sama yang kuat,” tegasnya.
Jamaluddin juga menjelaskan, kepengurusan masjid saat ini telah memasuki periode kedua.
Pada periode pertama, pengurus berhasil membangun kamar mandi dan tempat wudhu dengan anggaran lebih dari Rp100 juta.
Sementara itu, di periode kedua, pembangunan sekretariat untuk majelis taklim dan pengurus telah rampung dengan anggaran sekitar Rp80 juta.
“Alhamdulillah, berkat dukungan kita semua, kamar mandi, tempat wudhu, dan sekretariat sudah selesai,” imbuh Jamaluddin.
Lurah Pengawu, Boby Rosan Hedar, turut hadir dalam acara ini dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan warga untuk tetap disiplin dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta iuran sampah.

Hikmah Isra Miraj
Pembawa hikmah, Ustad Rusdin Ahmad, mengajak umat Islam untuk memperkuat keyakinan kepada Allah SWT.
“Perbedaan dalam agama itu wajar, tetapi jangan sampai memicu bentrokan di antara sesama umat Islam. Perpecahan tidak mencerminkan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kita harus menjaga toleransi,” pesannya.
Dosen UIN Datokarama Palu itu juga mengingatkan agar umat Islam tidak merasa lebih baik dari orang lain hanya karena memiliki pengetahuan agama yang lebih luas.
“Kita harus menghargai orang lain, karena itulah sifat Nabi,” sebutnya.
Menurut Rusdin, esensi utama dari Isra Miraj adalah solat, yang berperan dalam membentuk karakter seseorang.
“Karakter harus dibangun dalam keluarga melalui pendekatan solat. Mendidik anak-anak memerlukan kesabaran dan harus dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.
Rusdin juga mengajak umat Islam untuk memahami agama secara mendalam tanpa terjebak dalam perpecahan.
“Kita harus meneladani praktik Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan membangun generasi muda yang berakhlak mulia,” tandasnya.
Acara ini dihadiri oleh Lurah Pengawu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, RW 06 Pengawu, para ketua RT, majelis taklim, jemaah Masjid Asy-Syakirin, serta warga sekitar BTN Pengawu Indah. TAU/MUH













