WARGA yang tergabung dalam Aliansi Forum Kelurahan Tipo, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Camat Ulujadi, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (3/9). Mereka menolak aktivitas tambang bebatuan atau galian c yang dianggap merugikan.
Koordinator aksi, Faisal mengatakan, unjuk rasa ini merupakan bentuk protes dari masyarakat Kelurahan Tipo atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang yang dilakukan sejumlah perusahaan di wilayah tersebut.
“Kami menolak semua bentuk dan jenis pertambangan di wilayah Kelurahan Tipo,” terangnya saat berorasi.
Faisal menjelaskan, pada Minggu (1/9), banjir merendam Kelurahan Tipo. Banjir terjadi bukan hanya karena dipicu curah hujan tinggi.
Namun, banjir diperparah akibat adanya aktivitas tambang yang menyebabkan erosi di pegunungan.
“Karena tidak ada penghalang seperti pohon di pegunungan, makanya pas hujan air langsung turun dan masuk ke pemkuiman warga yang ada di bawah,” ungkapnya.
Faisal mengaku, warga sudah melakukan penolakan dengan memasang baliho di beberapa titik, namun baliho-baliho tersebut dicabut, sehingga mereka memutuskan untuk turun ke jalan.
“Kami sudah protes. Tapi tidak ada tanggapan dari pihak
perusahaan atau pemerintah, makanya kami unjuk rasa. Semoga aksi ini berdampak,” tandasnya.
Dikutip dari Antarasulteng, Camat Ulujadi, Amsar mengatakan, pihak kelurahan dan kecamatan tidak terlibat dalam pengurusan izin tambang di wilayah tersebut.
“Saya minta semuanya untuk tidak saling menyalahkan lurah atau camat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak pemerintah kecamatan dan kelurahan menerima perwakilan 10 orang warga Ulujadi untuk bernegosiasi.
Pemerintah Kecamatan Ulujadi menyatakan, menerima tuntutan warga yang menolak segala bentuk tambang dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan ini kepada Pemerintah Sulteng dalam tiga hari ke depan. CAE













