KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah meningkatkan layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah bagi masyarakat melalui pelbagai langkah strategis di provinsi itu.
Mereka meningkatkan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. KPwBI Sulteng juga menggelar layanan “Peduli Mudik” di Pelabuhan Donggala.
Kepala KPwBI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, mengatakan pihaknya memperkuat sinergi dengan perbankan.
Mereka membuka layanan penukaran uang di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, dan Pasangkayu.
“Kami melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irfan saat peluncuran program SERAMBI di Palu, Rabu (18/2/2026).
Sebelumnya, program SERAMBI 2026 diluncurkan. Di mana, program itu menjalankan seluruh layanan penukaran uang mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026.
“Target kami menjangkau lebih dari 16 ribu penukar. Angka ini dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025,” tegas Irfan.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, KPwBI Sulteng menyiapkan uang Rupiah sebesar Rp2,86 triliun. Mereka meningkatkan jumlah ini 39 persen dibandingkan kesiapan pada Ramadan 2025.
Secara nasional, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang pada periode yang sama mencapai Rp186 triliun. Angka ini tumbuh 15,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Irfan menambahkan, pembayaran THR bagi ASN, TNI/Polri, dan sektor swasta mendorong peningkatan kebutuhan uang. Tradisi berbagi masyarakat Sulteng (Hagala) dan pencairan bantuan sosial juga ikut meningkatkan permintaan.
“Selain itu, masyarakat meningkatkan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini seiring potensi penambahan masa libur oleh pemerintah,” tandasnya.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














