FORUM Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bersama pemuda lintas agama menggelar kegiatan berbagi takjil Ramadan. Kegiatan ini mengusung tema “Harmonisasi Ramadan”. Acara berlangsung di halaman Masjid Darunnaim, Jalan Basuki Rahmat, Kota Palu, Selasa (10/3/2026).
FKUB Sulteng rutin menggelar kegiatan berbagi takjil setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian. FKUB juga ingin mempererat hubungan antarumat beragama di daerah tersebut.
Panitia menyiapkan 1.000 paket takjil dalam kegiatan ini. Panitia kemudian membagikan takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua FKUB Sulteng, Profesor Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pengurus FKUB dari kalangan non-Muslim memulai gagasan kegiatan ini.
Mereka ingin merasakan kebahagiaan Ramadan. Mereka juga ingin berbagi dengan umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.
“Awalnya pengurus FKUB dari kalangan non-Muslim memunculkan inisiatif ini. Mereka ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara umat Islam yang berpuasa. Dari gagasan itu kami berdiskusi lalu merancang kegiatan berbagi takjil Ramadan ini,” ungkapnya.
Zainal juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak. Ia mengatakan banyak pihak menunjukkan kepedulian terhadap kerukunan umat beragama di Sulteng.
Sejumlah pihak yang memberi dukungan antara lain Haji Muhammad Agus Abdul Karim. Hendrik G. Nyiako juga ikut mendukung kegiatan ini. Ia merupakan pengusaha di Jakarta yang peduli pada masyarakat Palu dan Sulteng.
Rupi Tandra dari Grup UD Maju turut memberikan dukungan. Apotek Torayaku juga ikut membantu kegiatan tersebut. Selain itu, umat Buddha memberikan bantuan secara pribadi maupun melalui lembaga.
Zainal menyebut, banyak bantuan datang dari kalangan non-Muslim. Menurutnya, hal itu menunjukkan solidaritas dan kebersamaan antarumat beragama.
“Mudah-mudahan pada kegiatan keagamaan saudara-saudara non-Muslim ke depan, kami juga bisa memberi bantuan dan perhatian,” tegasnya.
Zainal berharap, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di Sulteng.
Kegiatan ini juga melibatkan pemuda lintas agama. Mereka turun langsung ke lapangan dan membagikan takjil kepada masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol persaudaraan dalam keberagaman.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan













