Regional

TP-PKK dan Bunda PAUD Parimo Dilantik: Percepat Penurunan Stunting-Pemerataan PAUD

×

TP-PKK dan Bunda PAUD Parimo Dilantik: Percepat Penurunan Stunting-Pemerataan PAUD

Sebarkan artikel ini
TP-PKK dan Bunda PAUD diharapkan menjadi motor penggerak di tengah masyarakat, terutama dalam percepatan penurunan stunting dan pemerataan layanan PAUD hingga ke pelosok. Foto: HO/Diskominfo Parigi Moutong/Eranesia.id

KETUA Tim Penggerak PKK (TP-PKK) dan Bunda PAUD tingkat kecamatan se-Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengikuti pelantikan di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Sabtu (11/4/2026).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Adrudin Nur, menghadiri kegiatan tersebut. Ia mewakili Bupati Parimo, Erwin Burase.

Dalam sambutan tertulis Bupati, Adrudin menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Kegiatan ini menjadi amanah untuk memperkuat peran keluarga sebagai basis pembangunan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memprioritaskan empat pilar pembangunan. Pilar tersebut mencakup peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan penurunan stunting. Pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi kerakyatan berbasis keluarga dan UMKM.

Selain itu, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur desa. Pemerintah juga menjalankan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

“TP-PKK dan Bunda PAUD harus menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. Peran ini penting untuk mempercepat penurunan stunting dan pemerataan layanan PAUD hingga ke pelosok,” ujar Adrudin.

Ketua TP-PKK Parimo, Hestiwati Nanga, menekankan pentingnya program berbasis data akurat. Ia menilai pendekatan tersebut membantu memastikan program tepat sasaran.

Hestiwati menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Tengah, termasuk di Parigi Moutong. Ia meminta semua pihak menangani masalah ini secara terukur.

“Kami mendorong seluruh TP-PKK kecamatan memiliki data yang valid. Data itu mencakup capaian imunisasi hingga deteksi dini penyakit. Dengan begitu, intervensi menjadi lebih efektif,” ujar Hestiwati.

Hestiwati juga menyampaikan rencana peluncuran transformasi Posyandu. Program ini berbasis Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia berharap, program tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa dan kecamatan.

Sumber : Diskominfo Parigi Moutong | Editor : Muh Taufan