Regional

Pemkot Palu Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Stunting dan Kemiskinan

×

Pemkot Palu Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Stunting dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Rapat kerja bersama OPD dan sejumlah pemangku kepentingan untuk penanggulangan kemiskinan serta percepatan pencegahan dan penurunan stunting tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Setda Kota Palu, Selasa (14/4/2026). Foto: HO/Humas Pemkot Palu/Eranesia.id

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu terus memperkuat penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan. Pemkot menggelar rapat kerja bersama OPD dan pemangku kepentingan di Auditorium Setda Kota Palu, Selasa (14/4/2026).

Rapat kerja ini menjadi langkah strategis untuk menanggulangi kemiskinan. Kegiatan ini juga mendorong percepatan pencegahan dan penurunan stunting pada 2026.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin rapat tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menangani dua persoalan utama ini.

Dalam arahannya, Imelda menyampaikan fokus pada berbagai upaya dan rencana aksi. Langkah ini bertujuan mempercepat penurunan stunting dan menekan kemiskinan. Ia juga menegaskan bahwa kedua persoalan ini saling berkaitan.

“Persoalan stunting dan kemiskinan tidak dapat dipisahkan. Karena itu, penanganannya harus berlangsung secara terpadu,” ujarnya.

Imelda juga menekankan pentingnya validitas data. Data menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan.

“Seluruh pihak harus memastikan data keluarga berisiko stunting akurat. Dengan begitu, program berjalan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palu, Ahmad Rijal Amra, menyebut tingkat kemiskinan pada 2025 sebesar 5,26 persen. Angka ini menempatkan Palu sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Sulawesi Tengah.

Meski demikian, Pemkot Palu tetap menargetkan penurunan yang lebih signifikan pada 2026. Pemkot menjalankan berbagai program terpadu dan berkelanjutan untuk mencapai target tersebut.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemkot Palu menetapkan rapat rutin setiap tanggal 10 setiap bulan. Agenda ini membahas perkembangan penanganan stunting dan kemiskinan.

Melalui rapat ini, para pemangku kepentingan diharapkan bergerak bersama. Mereka memperkuat sinergi dan memastikan setiap program memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan