VAPE adalah alat elektronik yang mengubah cairan menjadi uap untuk dihirup pengguna sebagai pengganti rokok konvensional.
Meski sering dianggap lebih aman, vape tetap memiliki risiko kesehatan. Hal ini terutama karena kandungan nikotin dan pelbagai zat kimia di dalamnya.
Berikut 12 bahaya vape bagi kesehatan tubuh:
1. Mengandung zat adiktif
Sebagian besar vape mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan.
2. Merusak paru-paru
Uap vape dapat mengiritasi paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit seperti EVALI.
3. Mengganggu sistem pernapasan
Pengguna dapat mengalami batuk, sesak napas, dan penurunan fungsi paru.
4. Meningkatkan risiko penyakit jantung
Nikotin dapat mempercepat detak jantung dan meningkatkan tekanan darah.
5. Mengganggu perkembangan otak
Pada remaja, nikotin dapat memengaruhi perkembangan otak dan kemampuan konsentrasi.
6. Mengiritasi mulut dan tenggorokan
Vape dapat menyebabkan tenggorokan kering, sariawan, dan bau mulut.
7. Mengandung zat kimia berbahaya
Vape dapat mengandung formaldehida dan logam berat dalam jumlah tertentu.
8. Menyebabkan ketergantungan
Nikotin membuat pengguna sulit berhenti dan berisiko beralih ke rokok konvensional.
9. Berisiko pada kehamilan
Penggunaan vape pada ibu hamil dapat membahayakan janin dan meningkatkan risiko komplikasi.
10. Menurunkan sistem imun
Paparan zat kimia dapat melemahkan daya tahan tubuh.
11. Berpotensi meningkatkan risiko kanker
Beberapa kandungan kimia dalam vape bersifat karsinogenik.
12. Risiko ledakan perangkat
Baterai vape dapat meledak jika rusak atau digunakan tidak sesuai standar.
Kesimpulan
Meski sering dianggap lebih aman daripada rokok, vape tetap membawa pelbagai risiko kesehatan, mulai dari kecanduan hingga potensi kerusakan organ tubuh.
Sumber : Alodokter/Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan













