MENTERI Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas perkembangan Sekolah Rakyat rintisan di Sulawesi Tengah. Ia menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja di Palu terkait kolaborasi program prioritas presiden.
Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulteng. Ia menilai pemerintah daerah konsisten mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Saya berterima kasih kepada Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi. Keduanya gigih mengawal Sekolah Rakyat rintisan. Perkembangan para siswa hari ini sangat menggembirakan,” ujarnya kepada jurnalis seusai pertemuan di Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Senin (20/4/2026).
Gus Ipul mengaku, terharu melihat perubahan sikap para siswa. Ia menilai mereka menunjukkan optimisme dan kepercayaan diri yang tinggi.
“Kita terharu melihat mereka. Mereka optimistis dan percaya diri. Yang penting, mereka tetap bangga kepada orang tua dan keluarganya. Mereka juga bertekad memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi generasi tangguh dan sukses,” tambahnya.
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional. Program ini menyediakan pendidikan berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dari jenjang SD hingga SMA, untuk memutus rantai kemiskinan. Presiden mendukung penuh program tersebut.
“Ini adalah program strategis Bapak Presiden. Bapak Presiden memberi seluruh dukungan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ungkapnya.
Pemerintah pusat dan daerah menjalankan program ini secara kolaboratif. Pemerintah daerah berperan menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah permanen serta mengelola rekrutmen siswa.
Program ini tidak membuka pendaftaran umum. Kepala daerah menetapkan peserta didik sesuai kriteria.
“Bupati, wali kota, atau gubernur menetapkan peserta didik. Mereka juga menjadi bagian dari tim penyelenggara sekaligus pengawas di daerah,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan, peran kepala daerah sangat penting sejak tahap perencanaan hingga pengawasan. Peran tersebut menentukan keberhasilan program Sekolah Rakyat di lapangan.
Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan














