Ekonomi

Warga Kota Palu Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Menjelang Ramadan

×

Warga Kota Palu Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Menjelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Cabai rawit dan cabai keriting di Pasar Inpres Manonda. Foto: Rusdia/Eranesia.id

HARGA cabai di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, Sulawesi Tengah melonjak dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, harga cabai rawit kini menembus Rp50 ribu per kilogram (kg), naik dari sebelumnya Rp35 ribu per kg. Sementara itu, cabai keriting dijual di kisaran Rp35 ribu per kg, dari harga sebelumnya Rp20 ribu per kg.

“Harga naik sudah berlangsung seminggu terakhir,” kata salah seorang pedagang, Nur Hasanah, Minggu (15/2/2026).

Menurut Nur, pasokan cabai berkurang akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. 

Di sisi lain, permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang bulan puasa, sehingga harga terdorong naik lebih cepat dari biasanya.

“Biasanya menjelang Ramadan memang naik, tapi sekarang terasa lebih cepat,” imbuhnya.

Lonjakan harga tersebut turut dikeluhkan warga. Seorang pembeli, Rahmi (44) mengaku, terpaksa mengurangi jumlah pembelian karena harga yang kian tinggi. 

“Biasanya beli satu kilo untuk stok, sekarang setengah kilo saja. Takutnya nanti naik lagi,” ungkapnya. 

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Andi Muhtar (41). Ia berharap, pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadan. 

“Kalau bisa ada operasi pasar atau tambahan pasokan supaya harga tidak makin tinggi,” tandasnya.

Para pedagang memperkirakan harga cabai masih berpotensi bertahan tinggi hingga awal Ramadan, terutama jika pasokan belum kembali normal sementara permintaan terus meningkat.

Penulis : Rusdia | Editor : Muh Taufan