PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palu memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pemkot melakukannya melalui peluncuran Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Satyagatra Kencana. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Satyagatra Kencana, Palu, Kamis (16/4/2026).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas hadirnya PPKS.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas hadirnya PPKS ini. Layanan ini menjadi langkah strategis. Kami ingin memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung pembangunan SDM berkualitas di Kota Palu,” ujarnya.
Imelda menjelaskan, pusat layanan tersebut telah tersedia di delapan kecamatan. Pusat ini menyediakan beragam layanan. Namun, ia menilai pengelola masih perlu mengoptimalkan waktu pelayanan.
“Pusat layanan ini sudah ada di delapan kecamatan dengan delapan jenis layanan. Namun, jam operasionalnya masih terbatas. Layanan hanya buka Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 12.00. Jika memungkinkan, pengelola bisa menambah jam pelayanan. Mereka juga bisa membuka layanan konseling pada sore hari. Pagi hari biasanya ibu-ibu masih sibuk dengan aktivitas rumah tangga,” ungkapnya.
Menurut Imelda, pusat layanan ini berperan sangat penting. Pusat ini tidak hanya menyediakan layanan konseling. Petugas juga melayani pemasangan alat kontrasepsi (KB) dan layanan keluarga lainnya.
“Pusat layanan ini tidak hanya memberikan konseling. Petugas juga melayani pemasangan KB dan layanan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Imelda menekankan, bahwa banyak keluarga tidak mengungkapkan persoalan mereka secara terbuka. Karena itu, tenaga layanan harus bersikap profesional. Mereka juga harus memahami kondisi masyarakat.
“Permasalahan keluarga sangat beragam. Mulai dari keharmonisan rumah tangga, potensi KDRT, hingga stunting dan kemiskinan. Karena itu, SDM di pusat layanan harus memahami tugasnya. Mereka juga harus mampu memberikan pendampingan yang tepat,” tegasnya.
Imelda berharap, pengelola terus mengoptimalkan layanan di PPKS. Upaya ini penting untuk menciptakan generasi unggul di masa depan.
“Kami berharap pengelola terus meningkatkan layanan ini. Ke depan, kita bisa melahirkan generasi muda yang hebat. Kita juga bisa menurunkan angka stunting. Selain itu, kita dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui konseling, masyarakat bisa mendapat pendampingan yang lebih dekat,” pungkasnya.














