Regional

BKKBN Sulteng Genjot Kualitas Hidup Lansia Lewat Sekolah Lanjut Usia

×

BKKBN Sulteng Genjot Kualitas Hidup Lansia Lewat Sekolah Lanjut Usia

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin. Foto: Rusdia/Eranesia.id

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah terus menunjukkan komitmen kuatnya. Mereka fokus mendongkrak kualitas hidup para lanjut usia (lansia). Langkah ini mewujud melalui ekspansi dan pengembangan Program Sekolah Lanjut Usia (SLU).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Nuryamin, menegaskan sebuah hal penting. Perhatian terhadap lansia tidak boleh mandek pada seremonial tahunan saja. Contohnya seperti Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) atau Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Lebih dari itu, BKKBN ingin menjamin para lansia tetap aktif dan produktif. Mereka juga harus memiliki ruang sosial untuk saling berinteraksi lewat SLU.

“Kita harus tetap merawat interaksi para lanjut usia di Sulawesi Tengah. Salah satunya melalui wadah Sekolah Lanjut Usia ini. Program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah. Ini bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap kesejahteraan lansia,” ujar Nuryamin, Jumat (26/6/2026).

Nuryamin menguraikan, proses belajar di Sekolah Lanjut Usia ini cukup intensif. BKKBN mengemas kegiatan ini dalam 12 hingga 16 kali pertemuan. Pada setiap sesi, para peserta akan membedah materi khusus. Materi tersebut mengacu pada tujuh dimensi lansia tangguh.

Kurikulum ini mencakup pelbagai isu dan kebutuhan riil. Tujuannya agar lansia tetap sehat, mandiri, dan aktif. BKKBN juga berharap mereka tetap berdaya, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, tim sengaja merancang seluruh materi pembelajaran secara khusus. Hal ini demi mendongkrak kapasitas para lansia dalam menikmati masa tua yang berkualitas. Di samping itu, program ini bertujuan memperkuat peran strategis mereka. Lansia harus tetap berdaya di tengah keluarga dan lingkungan sosial.

Hingga saat ini, Sulawesi Tengah telah mengaktifkan tujuh Sekolah Lanjut Usia. Tujuh sekolah tersebut berada di sejumlah kabupaten dan kota. Masing-masing sekolah menampung sekitar 30 peserta lansia yang antusias menimba ilmu.

Target Ambisius

Menatap masa depan, BKKBN Sulteng memasang target ambisius. Mereka membidik seluruh kabupaten dan kota di bumi Tadulako. Tiap daerah minimal harus memiliki satu Sekolah Lanjut Usia.

“Target kami tahun ini, setiap kabupaten dan kota sudah memiliki Sekolah Lanjut Usia. Tentu BKKBN tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh kolaborasi dari pelbagai pihak. Salah satunya termasuk Tim Penggerak PKK di tingkat kabupaten dan kota. Sinergi ini penting agar program menggelinding lebih luas dan membawa manfaat,” tutur Nuryamin.

Lewat akselerasi program ini, BKKBN Sulawesi Tengah membawa harapan besar. Mereka berharap dapat mencetak lebih banyak lansia yang sehat, produktif, dan mandiri. Lansia juga harus memiliki kehidupan sosial yang bergairah.

Program ini menjadi pilar penting. SLU mendukung penuh usaha membangun keluarga berkualitas. Caranya dengan melahirkan sosok lansia yang tangguh, sejahtera, dan tetap kontributif bagi pembangunan daerah.