RAIS Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Profesor Dr KH Zainal Abidin, berharap Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, akhir Agustus 2026 berlangsung gembira, khidmat, dan bersatu.
Sebagai muktamar pertama di abad kedua NU, Ketua MUI Kota Palu ini menilai forum tertinggi tersebut strategis merumuskan respons terhadap tantangan global.
“Harapan saya, Muktamar ke-35 NU berlangsung penuh kegembiraan dan persaudaraan. Ini muktamar pertama di abad kedua NU, organisasi harus siap menghadapi persoalan yang berbeda dengan zaman para muassis (pendiri),” ujar Zainal dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Senin (24/8/2026).
Pakar Pemikiran Islam Modern ini menegaskan, muktamar bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi ruang intelektual mengevaluasi dan merumuskan arah perjuangan NU dalam menjaga keseimbangan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Zainal mengingatkan kader merawat ukhuwah di tengah dinamika forum. Perbedaan pendapat wajar dalam organisasi besar selama selesai melalui musyawarah.
“Perbedaan pandangan itu niscaya, jangan sampai merusak persaudaraan. Kepemimpinan yang lahir nanti harus berintegritas dan berkapasitas agar NU mandiri serta memberi kemaslahatan luas,” tegasnya.














