GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Tuberkulosis (TB) di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat eliminasi TB di wilayahnya.
Gubernur menegaskan bahwa Satgas TB tidak hanya bertugas menangani kasus. Lembaga ini juga akan melakukan monitoring dan evaluasi berkala di setiap daerah.
“Kepala daerah, saya pesan, ini TB menjadi prioritas. Kalau perlu, kita bikin masing-masing Satgas TB di kabupaten/kota. Provinsi juga kita bikin untuk monitoring di semua kabupaten/kota. Dengan begitu, daerah yang masih lemah bisa kita perkuat,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Selasa (25/8/2026).
Mengingat kasus TB di Sulteng masih tinggi, Gubernur menekankan pentingnya kesatuan gerak. Langkah ini melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga masyarakat. Sinergi tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk mempercepat eliminasi TB secara nasional.
Gubernur juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Kesehatan. Kemenkes siap memperkuat deteksi dini TB di Sulteng melalui bantuan 16 unit portable X-Ray. Bantuan alat medis ini ditargetkan mendarat pada September 2026.
Dukungan alat modern dan koordinasi antarwilayah membuat Gubernur optimistis. Ia yakin Sulteng mampu mewujudkan target bebas TB pada 2030.














