GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin rapat pembahasan peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan, Selasa (10/6/2025).
Rapat ini menyoroti pengembangan budidaya tambak udang vaname untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi kelautan daerah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari Program 9 Berani, subprogram Berani Tangkap Banyak. Sejumlah pejabat hadir, antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Arif Latjuba, serta perwakilan Badan Karantina dan ATR/BPN Sulawesi Tengah.
“Potensi laut kita sangat besar. Jika kita kelola secara maksimal, potensi ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Anwar dalam siaran pers yang diterima Eranesia.id, Rabu (11/6/2025).
Untuk mempercepat realisasi investasi, Pemprov akan membentuk Satgas Berani Tangkap. Satgas ini akan mengawal proses investasi dan memastikan sinergi antara pemerintah, investor, pengusaha lokal, dan masyarakat.
Gubernur juga mendorong penyusunan blueprint investasi tambak udang secara komprehensif agar pembangunan sektor budidaya perikanan berkelanjutan di Sulawesi Tengah berjalan terarah.
Namun, Anwar tetap mengakui sejumlah tantangan, termasuk belum hadirnya industri pakan perikanan di wilayah tersebut.
“Saat ini kita belum memiliki industri pakan sendiri. Hambatan ini melemahkan ekosistem budidaya. Karena itu, kami membuka peluang bagi investor yang ingin membangun industri pakan di sini,” tegasnya.
Anwar juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif di sektor maritim.
Ia berharap investasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, terutama sektor kelautan dan perikanan. ADV/MUH













