Regional

Meski Ada Hambatan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Dua Penumpang KLM Nur Ainun Balqis

×

Meski Ada Hambatan, Tim SAR Maksimalkan Pencarian Dua Penumpang KLM Nur Ainun Balqis

Sebarkan artikel ini
Tim SAR mengikuti brefing sebelum melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan dua penumpang KLM Nur Ainun Balqis yang hilang diduga karena tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (18/2/2026). Foto: HO/Basarnas Palu/Eranesia.id

KANTOR Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Palu melanjutkan operasi pencarian dua penumpang Kapal Motor Layar (KLM) Nur Ainun Balqis. Kapal itu diduga tenggelam di perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh Rizal, mengatakan tim SAR belum menemukan dua korban hingga hari ketiga operasi.

“Titik koordinat tenggelamnya kapal tidak kami ketahui. Kondisi ini menyulitkan pencarian,” terang Rizal di Palu, Rabu (18/2/2026)

Ia menambahkan, luas area pencarian dan cuaca buruk menghambat kerja tim di lapangan.

“Angin kencang dan gelombang tinggi mempersulit upaya pencarian,” tegasnya.

Meski menghadapi pelbagai kendala, tim SAR di bawah komando Basarnas Palu terus menyisir lokasi.

Pada pencarian hari ini, mereka mengerahkan satu unit KN SAR Baladewa. Tim menyisir area seluas 509 Nm dengan track spacing 1 Nm dari posisi awal kapal tenggelam.

“Kami memperluas titik pencarian,” tandas Rizal.

Sebelumnya, Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Basarnas Palu, Rusmadi, menyebut KLM Nur Ainun Balqis mengangkut lima orang saat berlayar.

“Dari lima orang tersebut, tiga selamat dan dua masih hilang,” kata Rusmadi di Palu, Selasa (17/2/2026).

Ia menjelaskan, KLM Nur Ainun Balqis berangkat dari Pelabuhan Nunukan pada Kamis, 12 Februari 2026 pukul 02.00 WITA menuju Pelabuhan Awerange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Saat melintasi perairan Selat Makassar pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA, ombak besar menghantam kapal hingga oleng dan tenggelam.

“Seluruh kru melompat ke laut untuk menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Pada Minggu, 15 Februari 2026 pukul 20.00 WITA, nelayan asal Kabupaten Donggala menemukan tiga korban dalam kondisi selamat. Tim SAR masih mencari dua korban lainnya.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan