Regional

Di Tengah Tekanan Anggaran, Anwar–Reny Berhasil Jalankan Program Prioritas Pemprov Sulteng

×

Di Tengah Tekanan Anggaran, Anwar–Reny Berhasil Jalankan Program Prioritas Pemprov Sulteng

Sebarkan artikel ini
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Anwar Hafid-Reny A Lamadjido. Dok: Pemprov Sulteng/Eranesia.id

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah memanfaatkan momentum satu tahun kepemimpinan Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A Lamadjido untuk menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada layanan dasar dan ketahanan fiskal daerah.

Peringatan tersebut digelar sederhana melalui doa bersama, dzikir, dan buka puasa di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026). Pemerintah juga menyalurkan lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sosial.

Namun, sorotan utama bukan pada seremoni, melainkan pada evaluasi satu tahun kerja di tengah tekanan penyesuaian anggaran nasional.

 Gubernur Anwar menegaskan, bahwa efisiensi fiskal tidak boleh melemahkan pelayanan publik.

Ia memilih menjaga program prioritas tetap berjalan, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. 

Melalui program unggulan Sembilan Berani, dua pilar utama Berani Cerdas dan Berani Sehat menjadi penopang kebijakan sosial Pemprov Sulteng.

Di bidang pendidikan, pemerintah menjalin kemitraan dengan ratusan perguruan tinggi di berbagai daerah. 

Skema ini memungkinkan mahasiswa penerima manfaat memperoleh pembiayaan langsung ke rekening kampus. 

“Pemerintah memangkas prosedur administratif agar mahasiswa tidak terbebani proses birokrasi,” ungkap Anwar dalam siaran pers yang Eranesia.id terima, Selasa (24/2/2026). 

Pada sektor kesehatan, Program Berani Sehat menjadi respons atas penonaktifan kepesertaan JKN secara nasional. 

Di Sulteng, lebih dari 111 ribu warga terdampak kebijakan tersebut. Pemerintah provinsi memastikan masyarakat tetap mendapat layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.

Penguatan layanan rujukan juga terlihat dari keberhasilan operasi jantung terbuka perdana di RSUD Undata pada 2025. Capaian ini menandai peningkatan kapasitas layanan spesialistik di daerah.

Wakil Gubernur Reny menekankan, pentingnya menyiapkan sumber daya manusia kesehatan. 

Pemprov Sulteng menargetkan pembukaan pendidikan dokter spesialis mulai 2026 melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin. 

“RSUD Undata akan berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama,” tegas Reny. 

Selain layanan dasar, pemerintah juga memperkuat konektivitas wilayah. Pembangunan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi, menjadi prioritas untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Di sektor transportasi udara, pemerintah mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri. Bandara ini diproyeksikan mendukung penerbangan internasional dan memperkuat peran Palu sebagai pusat kegiatan regional. 

Pemerintah juga menyiapkan Kota Palu sebagai tuan rumah Fornas 2027 guna menggerakkan sektor jasa dan UMKM.

Secara makro, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia Sulteng meningkat menjadi 72,80 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah juga tetap berada di jajaran tertinggi nasional.

Bagi Anwar dan Reny capaian tersebut menjadi fondasi awal. Mereka menekankan bahwa tahun pertama merupakan tahap konsolidasi arah pembangunan. 

Pemprov Sulteng akan melanjutkan penguatan layanan publik sembari menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Penulis : Muh Tauhid | Editor : Muh Taufan