MELAKSANAKAN ibadah haji di Arab Saudi menghadirkan tantangan besar, terutama saat suhu udara dapat mencapai sekitar 50 derajat Celsius. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi dan heatstroke yang dapat mengganggu kesehatan jemaah.
Tim kesehatan haji selalu menekankan pola hidrasi yang sederhana namun penting, yaitu minum air sekitar 150 ml setiap satu jam tanpa menunggu rasa haus muncul.
Sebagian jemaah masih melakukan kesalahan dengan minum air dalam jumlah besar sekaligus, misalnya satu liter saat merasa haus. Padahal, tubuh menyerap air lebih efektif ketika asupan diberikan secara bertahap.
Penyerapan cairan lebih optimal
Tubuh manusia hanya mampu menyerap air dalam jumlah terbatas pada satu waktu. Konsumsi 150 ml secara rutin membantu usus menyerap cairan lebih maksimal ke dalam darah. Jika minum terlalu banyak sekaligus, tubuh justru membuang kelebihan cairan melalui urine sehingga hidrasi tidak berjalan stabil.
Keseimbangan cairan tetap terjaga
Cuaca panas ekstrem mempercepat hilangnya cairan tubuh melalui keringat, meskipun tidak selalu terasa. Asupan air yang teratur membantu menjaga volume darah dan keseimbangan elektrolit. Kondisi ini penting untuk menjaga fungsi organ dan mencegah kram otot akibat panas.
Beban ginjal lebih ringan
Ginjal bekerja lebih keras saat tubuh berada dalam suhu tinggi. Asupan air yang stabil membantu mengurangi beban kerja ginjal dibandingkan konsumsi air dalam jumlah besar sekaligus. Hal ini sangat penting bagi jemaah lansia dengan fungsi ginjal yang lebih rentan menurun.
Cara menjaga hidrasi selama ibadah
Jemaah dapat menerapkan beberapa langkah praktis agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi:
- Gunakan botol minum kecil berkapasitas 300–500 ml agar mudah dikontrol dan diisi ulang secara berkala.
- Atur pengingat di ponsel untuk minum setiap jam, terutama saat aktivitas di Arafah dan Mina.
- Perhatikan warna urine sebagai indikator hidrasi. Warna kuning pekat menandakan kekurangan cairan, sedangkan warna jernih atau kuning muda menunjukkan kondisi cukup.
- Gunakan oralit saat aktivitas fisik tinggi untuk membantu mengganti mineral yang hilang.
Pentingnya disiplin minum
Rasa haus bukan indikator awal dehidrasi. Di kondisi panas ekstrem, tubuh sering sudah kekurangan cairan sebelum rasa haus muncul. Karena itu, pola minum teratur lebih penting daripada menunggu rasa haus.
Kesimpulan
Kunci menjaga kondisi tubuh selama ibadah haji terletak pada konsistensi asupan cairan, bukan jumlah besar dalam satu waktu. Dengan minum sekitar 150 ml setiap jam, jemaah dapat menjaga kebugaran, mengurangi risiko heatstroke, dan menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.
Sumber : Mediaindonesia.com | Editor : Muh Taufan













